RADARSOLO.COM – Dampak hujan deras disertai angin ribut yang melanda wilayah Kabupaten Karanganyar pada Kamis (9/4/2026) hingga malam sore tidak hanya menyebabkan kerusakan bangunan, tetapi juga mengakibatkan sejumlah warga harus dilarikan ke rumah sakit.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar Hendro Prayitno menyampaikan, beberapa warga mengalami luka akibat tertimpa material bangunan yang roboh.
”Memang tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun ada sejumlah warga yang harus mendapatkan perawatan di rumah sakit karena mengalami patah tulang akibat tertimpa reruntuhan,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (10/4/2026).
Baca Juga: Bengkel Sepeda Onthel di Jumantono Karanganyar Terbakar, Penyebab Masih Misterius
BPBD Karanganyar mencatat, sedikitnya 13 rumah warga dan satu fasilitas umum berupa Kantor Kelurahan Delingan mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem tersebut. Bencana melanda wilayah Kecamatan Karanganyar dan Jumantono.
Hendro menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang dalam durasi cukup lama menjadi penyebab utama kerusakan. Dampaknya bervariasi, mulai dari kerusakan ringan hingga sedang.
“Kerusakan paling banyak terjadi pada bagian atap rumah. Ada juga bangunan yang mengalami kerusakan cukup signifikan seperti dapur semi permanen ukuran 7 x 4 meter, garasi 12 x 4 meter, hingga kandang ternak 18 x 12 meter,” jelasnya.
Baca Juga: Bupati Sragen Siapkan Sanksi bagi Kasek dan Guru Imbas Meninggalnya Siswa SMPN 2 Sumberlawang
Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Popongan dan Jantiharjo di Kecamatan Karanganyar, serta Desa Genengan dan Ngunut di Kecamatan Jumantono.
Selain rumah warga, Kantor Kelurahan Delingan juga turut mengalami kerusakan akibat terjangan angin.
Hingga saat ini, BPBD masih melakukan pendataan terkait total kerugian yang ditimbulkan. Tim gabungan bersama pemerintah desa dan relawan telah melakukan kaji cepat di lokasi terdampak.
Baca Juga: Kasus Kebakaran di Boyolali Didominasi Korsleting Listrik, Ini yang Harus Dipahami Masyarakat
Sementara itu, warga setempat mulai melakukan perbaikan darurat secara gotong royong dengan peralatan seadanya. BPBD juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem susulan.
“Kami minta warga berhati-hati, terutama saat terjadi hujan deras dan angin kencang. Pastikan lingkungan sekitar aman untuk meminimalkan risiko,” tandas Hendro. (rud/adi)
Editor : Adi Pras