Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Banjir Luapan Bengawan Solo di Karanganyar Meluas, Desa Waru Kebakkramat Terendam

Rudi Hartono RS • Rabu, 15 April 2026 | 15:05 WIB

 

Banjir luapan sungai Bengawan Solo di Desa Waru, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar, Rabu (15/4/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)
Banjir luapan sungai Bengawan Solo di Desa Waru, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar, Rabu (15/4/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo tidak hanya melanda Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar.

Namun juga berdampak di Desa Waru, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Rabu (15/4/2026).

Luapan air yang terjadi di wilayah Desa Waru mengakibatkan sejumlah rumah warga terdampak dengan berbagai tingkat kerusakan.

Baca Juga: Bengawan Solo Meluap, Rumah 15 KK di Jaten Karanganyar Terendam

Tim gabungan pun langsung bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga.

Camat Kebakkramat Joko Sutiyono menyampaikan, pihaknya menerima informasi dari masyarakat yang kemudian diteruskan melalui grup komunikasi tim gabungan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 10.30 WIB.

Baca Juga: Ancaman Kiriman Air dari Hulu, Warga Bantaran Bengawan Solo di Wilayah Sragen Mulai Waswas Siaga Banjir

“Luapan air di Desa Waru menyebabkan beberapa dusun terdampak banjir dengan tingkat kerusakan yang berbeda-beda,” ujar Joko.

Berdasarkan data di lapangan, dampak terparah terjadi di Dusun Jengglong RT 4 RW 12.

Di mana satu rumah dengan dua kepala keluarga (KK) mengalami kondisi berat akibat air masuk ke dalam rumah.

Baca Juga: DJP Jateng II Blokir Rekening 199 Wajib Pajak karena Tunggakan Rp 109 Miliar

Selain itu, sembilan rumah (9 KK) terdampak sedang dengan air menggenangi pekarangan, serta dua rumah (2 KK) mengalami dampak ringan berupa terganggunya aktivitas.

Di Dusun Ngentak RT 3 tercatat satu rumah (1 KK) terdampak sedang. Kondisi serupa juga terjadi di Dusun Kedung Ringin RT 9 dengan satu rumah (1 KK) terdampak.

Sementara itu, dampak ringan dilaporkan di Dusun Tlumpuk dan Dusun Gunden, masing-masing satu rumah (1 KK), berupa keterbatasan akses dan aktivitas warga.

Baca Juga: Soroti Lesunya Ekonomi dan Pariwisata, DPRD Karanganyar Sebut karena Jalan Rusak

Dalam penanganan kejadian ini, tim gabungan melakukan sejumlah langkah, antara lain mengecek kondisi rumah terdampak.

Kemudian memantau debit air, mendata jumlah rumah dan kepala keluarga yang terdampak, serta membantu evakuasi barang-barang berharga milik warga.

Penanganan melibatkan berbagai unsur, di antaranya Destana Desa Waru, Sibat Desa Kebak, relawan Kebakkramat, aparat Kecamatan Kebakkramat, Polsek Kebakkramat, Koramil Kebakkramat, hingga komunitas relawan lainnya.

Baca Juga: Prediksi Skor Arsenal vs Sporting CP di Liga Champions: Head to Head dan Prediksi Susunan Pemain

Untuk mendukung operasional di lapangan, tim menggunakan ambulans Destana serta kendaraan pribadi.

Hingga laporan ini disusun, kondisi air masih dalam pemantauan petugas. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan.

“Keselamatan warga menjadi prioritas utama, dan kami terus melakukan pemantauan di lokasi,” pungkas Joko. (rud/adi) 

Editor : Adi Pras
#karanganyar #banjir luapan #kebakkramat #sungai bengawan solo #bpbd