Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Istimewa, Pusat Pelatihan Atlet NPC Jateng Ada di Delingan Karanganyar: Segini Kapasitasnya

Rudi Hartono RS • Kamis, 16 April 2026 | 20:26 WIB

 

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat berkunjung ke asrama atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jawa Tengah di Kelurahan Delingan, Karanganyar, Rabu (15/4/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat berkunjung ke asrama atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jawa Tengah di Kelurahan Delingan, Karanganyar, Rabu (15/4/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meresmikan asrama atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jawa Tengah sekaligus menyerahkan penghargaan bagi atlet dan pelatih peraih medali pada ajang ASEAN Para Games XIII Thailand 2025, Rabu (15/4/2026) siang.

Kepala Dinas Kepemudaan, dan Olahraga, Jawa Tengah, Muhammad Masrofi menyampaikan, pembangunan asrama NPCI menjadi tonggak penting dalam pembinaan olahraga disabilitas di Jateng.

”Asrama ini dibangun di atas lahan seluas 1.749 meter persegi dengan kapasitas hingga 200 atlet. Gedung tiga lantai ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembinaan atlet,” ujarnya.

Baca Juga: Tingkatkan Produktivitas, Pegawai Diskominfo Karanganyar Ikuti Cek Kesehatan

Dikatakan Masrofi, bahwa pembangunan gedung sendiri berada di Dusun Jumok, Kelurahan Delingan, Kecamatan Karanganyar.

Proyek tersebut telah dimulai sejak Januari 2025 dan ditargetkan rampung pada Oktober 2025. Pembangunan asrama didanai melalui swadaya sebesar Rp 22,06 miliar dari komunitas NPCI serta dukungan hibah APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp 870 juta untuk sarana dan prasarana.

”Kehadiran asrama ini akan menghapus ketergantungan atlet terhadap sistem sewa tempat tinggal sekaligus memperkuat ekosistem pembinaan. Jawa Tengah pun menjadi provinsi pertama yang memiliki asrama NPCI terpadu di tingkat provinsi," ungkapnya.

Baca Juga: Kantor Kejari Sragen Senilai Rp 8,7 Miliar Diresmikan: Bukan Sekadar Megah, Kinerja Harus Makin Moncer

Dalam kesempatan yang sama, disampaikan pula capaian membanggakan atlet Jawa Tengah di ajang ASEAN Para Games XIII Thailand 2025.

Sebanyak 85 atlet dari Jateng yang tergabung dalam kontingen Indonesia berhasil menyumbangkan 44 medali emas, 33 perak, dan 39 perunggu.

”Kontribusi tersebut mencapai sekitar 32,5 persen dari total medali Indonesia, yang menempatkan Indonesia sebagai runner-up,” jelasnya.

Baca Juga: Kapten Sporting CP Ternyata Ngefans Arsenal, Punya Tato Meriam London di Lengan Kiri

Sebagai bentuk apresiasi, Pemprov Jateng memberikan tali asih kepada atlet dan pelatih dengan total anggaran mencapai Rp 10,01 miliar.

Penyaluran dilakukan dalam dua tahap, yakni Rp 4,415 miliar pada tahap pertama dan Rp5,596 miliar pada tahap kedua melalui APBD Perubahan 2026.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pengembangan olahraga disabilitas.

”NPCI Jawa Tengah harus menjadi contoh. Saya akan kawal, anggaran harus diberikan secara tepat dan berkelanjutan,” tegasnya.

Baca Juga: Jelang Kemarau Panjang, PUDAM Karanganyar Monitoring Belasan Mata Air di Gunung Lawu

Ia juga menyampaikan kebanggaannya kepada para atlet yang telah berjuang mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional.

”Kalian adalah pejuang bangsa. Prestasi ini harus terus ditingkatkan. Jangan berhenti di 30 persen kontribusi emas, ke depan harus lebih tinggi,” ujarnya.

Gubernur menambahkan, keberadaan asrama baru harus menjadi motivasi tambahan bagi atlet untuk meningkatkan prestasi.

Baca Juga: Tinjau Banjir di Jaten Karanganyar, Gubernur Ahmad Luthfi Janjikan Pembangunan Parapet di Bantaran Bengawan Solo

”Gedung baru ini adalah cambuk. Fasilitas meningkat, prestasi juga harus meningkat,” pungkasnya. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
#karanganyar #delingan #NPC #Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi #asean paragames