RADARSOLO.COM – Calon jamaah haji asal Karanganyar tahun 2026 ini didominasi kalangan lanjut usia (lansia). Sehingga membutuhkan perhatian khusus dalam aspek kesehatan, pelayanan, hingga pendampingan selama ibadah di Tanah Suci.
Berdasarkan data profil jamaah, kelompok usia 51–60 tahun menjadi yang terbanyak dengan 191 orang, disusul usia 61–70 tahun sebanyak 182 orang.
Sementara itu, jamaah berusia 71–80 tahun tercatat 41 orang, dan usia 81–90 tahun mencapai 11 orang. Sebaliknya, jamaah usia muda relatif sangat sedikit, bahkan di bawah 30 tahun hanya belasan orang.
Baca Juga: Duo Pencuri Chromebook di Sragen Senilai Rp 30 Juta Tertangkap di Solo
Total jamaah haji asal Karanganyar yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci pada 2026 mencapai 588 orang, dengan tambahan 2 Petugas Haji Daerah (PHD) yang akan mendampingi.
Para jamaah ini tergabung dalam beberapa kelompok terbang (kloter), mayoritas berada di Kloter 58 sebanyak 310 orang dan Kloter 59 sebanyak 272 orang. Sisanya tersebar di kloter lain sebagai jamaah gabungan.
Kepala Penyelenggara Haji dan Umrah Karanganyar Sodyan Hadi menegaskan, dominasi jamaah lansia menjadi perhatian utama dalam persiapan keberangkatan tahun ini.
Baca Juga: 39 Kepala SD dan SMP di Karanganyar Terima SK Pengangkatan, Ini Pesan Tegas Bupati
“Komposisi usia jamaah kita didominasi lansia. Ini tentu membutuhkan penanganan yang lebih serius, terutama dalam hal kesehatan, mobilitas, dan kesiapan fisik selama menjalankan rangkaian ibadah haji,” ujar Sofyan saat dihubungi, Selasa (28/4/2026) siang.
Menurut dia, pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi. Mulai dari pemeriksaan kesehatan yang lebih ketat, pembinaan manasik dengan pendekatan khusus bagi lansia, hingga koordinasi dengan petugas kloter untuk memastikan pendampingan optimal.
Selain itu, edukasi kepada keluarga jemaah juga dilakukan agar ikut berperan dalam memastikan kesiapan fisik dan mental sebelum keberangkatan.
Sodyan menambahkan, tantangan tidak hanya terjadi saat keberangkatan, tetapi juga selama pelaksanaan ibadah di Arab Saudi. Cuaca ekstrem dan padatnya aktivitas ibadah menjadi faktor risiko bagi jemaah usia lanjut.
Baca Juga: 34 Pejabat Pemkab Karanganyar Adu Gagasan di Seleksi JPTP
“Kami mengimbau jamaah lansia untuk tidak memaksakan diri. Ibadah haji bukan soal kecepatan, tetapi kekhusyukan dan kemampuan. Keselamatan tetap menjadi prioritas,” tegasnya.
Dengan kondisi tersebut, sinergi antara petugas, tenaga kesehatan, dan sesama jamaah dinilai menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan haji tahun ini, khususnya dalam melayani kelompok rentan. (rud/adi)
Editor : Adi Pras