Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Perbukitan Wilayah Berjo Ngargoyoso Dikeruk, Warga Waswas Picu Bencana Alam

Rudi Hartono RS • Minggu, 3 Mei 2026 | 15:35 WIB
Perbukitan di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar yang dikeruk, Minggu (3/5/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)
Perbukitan di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar yang dikeruk, Minggu (3/5/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Aktivitas pengerukan lahan di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar menuai sorotan warga.

Kegiatan yang telah berlangsung beberapa hari terakhir itu dikhawatirkan mengancam ekosistem alam serta berpotensi memicu bencana banjir di kawasan tersebut.

Mengingat, saat hujan deras beberapa waktu lalu terjadi banjir bandang di wilayah Berjo. Sejumlah warga mengaku resah dengan adanya aktivitas alat berat yang mengeruk lahan di wilayah tersebut.

Baca Juga: Modus Dugaan Korupsi Retribusi PKL Karanganyar: Sejak Pergantian Pengelola, Karcis Hilang tapi Uang Tetap Mengalir

Selain berpotensi merusak lingkungan lereng Gunung Lawu, warga juga mulai merasakan dampak langsung berupa kesulitan mendapatkan air bersih. Mereka menduga, saluran air dari sumber mata air terganggu akibat pengerukan tersebut.

”Biasanya air lancar, tapi sekarang mulai tersendat. Kami khawatir ini dampak dari aktivitas pengerukan,” ujar Harno, salah seorang warga, Minggu (3/5/2026).

Kekhawatiran semakin meningkat lantaran hingga kini belum ada kejelasan terkait peruntukan lahan maupun pihak yang bertanggung jawab atas kegiatan tersebut.

Baca Juga: Sukseskan TMMD Kodim 0725 Sragen, Bakorlap Pendim Rutin Turun Gunung

Warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk melakukan pengecekan dan penindakan jika ditemukan pelanggaran.

Tiara Puspita, warga lainnya mengaku terkejut saat pertama kali mendengar adanya aktivitas pengerukan dari warga yang tinggal di dekat lokasi.

”Saya kaget karena sebelumnya tidak ada informasi. Saat kami coba koordinasi dengan tokoh masyarakat setempat, ternyata juga belum mengetahui secara pasti, baik dari sisi administrasi maupun perizinannya,” ungkapnya.

Baca Juga: Antisipasi Longsor di SMPN 1 Jenawi, BPBD Karanganyar Pasang EWS

la mengaku tidak mengetahui secara jelas siapa pelaksana kegiatan tersebut maupun rencana penggunaan lahan ke depan.

”Tahu-tahu sudah ada alat berat datang dan langsung melakukan pengerukan. Warga tidak pernah mendapat sosialisasi sebelumnya,” katanya.

Warga khawatir jika aktivitas tersebut tidak segera ditindaklanjuti, dampaknya akan semakin meluas, tidak hanya pada kerusakan lingkungan, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup masyarakat sekitar.

Baca Juga: Gubernur Ahmad Luthfi Rayakan Hardiknas 2026 di SMKN 1 Kedawung Sragen, Hasil Kebunnya Pasok Program MBG

Sementara itu, Kepala Desa Berjo, Dwi Haryanto memberikan klarifikasi pihak pemerintah desa tidak mengetahui adanya aktivitas tersebut sejak awal. Ia menyebut tidak pernah ada pemberitahuan maupun koordinasi dari pihak terkait.

Njeh, tidak tahu kami mas. Sebelumnya tidak ada pemberitahuan. Lahan itu milik siapa dan mau dijadikan apa juga tidak tahu. Kami tahunya justru setelah ada warga yang memposting di media sosial,” ujarnya.

Dia menambahkan, pihak desa juga masih menelusuri sejauh mana dampak yang dirasakan masyarakat.

Baca Juga: Adem Ayam tanpa Aksi Anarkis, May Day di Karanganyar Tekankan Harmoni Pengusaha dan Buruh

”Kemudian keresahan warga itu di mana, kami juga belum tahu secara pasti, mas,” tambahnya.

Masyarakat pun berharap pemerintah daerah segera melakukan investigasi guna memastikan legalitas kegiatan serta mencegah potensi kerusakan lingkungan yang lebih besar. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
#ngargoyoso #karanganyar #berjo #banjir #longsor