Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Diduga Depresi, Anak di Jatiyoso Karanganyar Nekat Tebas Dua Sapi Milik Orang Tuanya

Rudi Hartono RS • Kamis, 28 Mei 2026 | 15:31 WIB

 

Ilustrasi bentuk depresi terhadap kejahatan asusila kepada anak dibawah umur. ANTARA/Dokumentasi Pribadi
Ilustrasi bentuk depresi terhadap kejahatan asusila kepada anak dibawah umur. ANTARA/Dokumentasi Pribadi

 

RADARSOLO.COM – Warga Desa Wonokeling, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar digegerkan dengan peristiwa dua ekor sapi milik warga yang ditemukan tewas mengenaskan di dalam kandang, Rabu (27/5/2026).

Ironisnya, pelaku penyembelihan diduga merupakan anak kandung pemilik sapi sendiri. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut diketahui saat pemilik sapi yakni Wiji.

Saat pulang ke rumah usai membantu proses penyembelihan hewan kurban di masjid setempat pada momentum Hari Raya Idul Adha, dia terkejut dua ekor sapi peliharaannya sudah mati.

Baca Juga: Polres dan Pemkab Karanganyar Perketat Pengawasan Hewan Kurban

Bagian leher kedua hewan tersebut sudah dalam kondisi tersayat seperti habis disembelih. Sontak kejadian itu membuat suasana sekitar geger dan mengundang perhatian warga sekitar.

”Awalnya bapaknya itu membantu penyembelihan hewan qurban di masjid. Setelah pulang malah mendapati dua sapi miliknya sudah mati di kandang,” ujar salah Chelsi salah satu warga Jatiyoso.

Dari penelusuran warga, pelaku penyembelihan diketahui adalah Eko, 39, anak kandung pemilik sapi tersebut. Eko diduga mengalami gangguan jiwa atau depresi lantaran permasalahan yang di hadapinya.

Baca Juga: Semarak Idul Adha di Kedawung Sragen: Desa Pengkok Sembelih Ratusan Hewan Kurban, Wonokerso Terima Sapi 1 Ton dari Presiden

Warga sekitar mengaku tidak menyangka pelaku tega melakukan aksi tersebut terhadap hewan ternak milik orang tuanya sendiri. Apalagi kedua sapi itu diketahui masih dalam keadaan terikat saat disembelih.

”Warga kaget karena sapinya mati dalam kondisi mengenaskan dan masih terikat di kandang,” imbuhnya.

Diketahui, Eko sebelumnya juga beberapa kali meninggalkan rumah. Bahkan beberapa waktu lalu ia sempat ditemukan berada di wilayah Jatisrono, Kabupaten Wonogiri setelah dilaporkan hilang.

Baca Juga: Pencurian Gula 50 Kg di Kemuning Berakhir Damai, Polres Karanganyar Pertemukan Korban dengan Pelaku Warga Tawangmangu

Tak hanya itu, Eko juga pernah ditemukan berada di kawasan Tawangmangu, Karanganyar, sebelum akhirnya dijemput dan dibawa pulang oleh pihak keluarga.

Namun setelah kembali ke rumah, pelaku justru diduga melakukan aksi nekat dengan menyembelih dua ekor sapi peliharaan orang tuanya saat sang ayah sedang membantu penyembelihan hewan qurban di masjid.

Peristiwa tersebut sempat menjadi perhatian warga sekitar. Sejumlah warga berdatangan ke lokasi untuk melihat kondisi kandang dan membantu keluarga korban.

sBaca Juga: Polres Sragen Bagikan Belasan Hewan Kurban ke Ponpes dan Lapas

Hingga kini, pihak keluarga dikabarkam memilih menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan mengingat kondisi kejiwaan pelaku.

Sementara kerugian akibat kejadian itu ditaksir mencapai puluhan juta rupiah dan pemilik sapi atau orang tua memilih untuk menjual daging sapi tersebut. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
#tawangmangu #karanganyar #hewan kurban #depresi #jatiyoso