RADARSOLO.COM – Kemeriahan warnai HUT Ke-5 Paguyuban Dalang Remaja Karanganyar Jaya (Darmakarya) di Pendapa Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis malam (4/6/2026). Tercatat 30 dalang lintas generasi tampil dalam satu panggung kolosal.
Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana menjelaskan, nilai-nilai yang terkandung dalam cerita pewayangan sangat relevan untuk membangun karakter generasi muda. Mulai dari kejujuran, kepemimpinan, tanggung jawab, hingga semangat gotong royong.
“Wayang bukan hanya tontonan, tetapi tuntunan. Terdapat banyak pelajaran hidup yang bisa menjadi bekal generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman. Maka anak-anak muda harus menjadikan wayang sebagai benteng karakter bangsa,” ucap Adhe.
Baca Juga: Tradisi 1 Suro di Gunung Lawu Diprediksi Membludak, Dua Jalur Pendakian di Karanganyar Diawasi Ketat
Ketua panitia kegiatan Ki Anggit Laras Prabowo menambahkan, HUT Darmakarya sengaja dikemas dengan konsep kolosal.
“Ini momentum kebangkitan pedalangan di Karanganyar. Sinergi antara dalang senior dan remaja sangat solid. Ini modal penting untuk menjaga keberlangsungan wayang di masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, kegiatan dibuka karawitan dari Komunitas Kebaya Indonesia (KKI). Dilanjutkan pentas wayang tiga dalang perempuan, yakni Ni Mustika Madu Lestari, Ni Rahesta Dika Candra Dewi, dan Ni Diva Setiandra.
Baca Juga: Mengenang Batu Mani Gajah yang Bikin Bonagung Sragen Banjir Rupiah
Hadir dalam kegiatan, Sekretaris Pepadi Jateng sekaligus anggota Dewan Kesenian Jateng Bambang Sulanjari, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar Hendro Prayitno, Ketua Paguyuban Dalang Karanganyar Ki Sulardiyanto Pringgo Carito, serta sejumlah pegiat seni budaya dari berbagai daerah di Solo Raya. (rud/fer)
Editor : Adi Pras