Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Marak Toko Modern, APPSI Minta Pemerintah Perkuat Pendampingan dan Jaga Ruang Hidup Pasar Tradisional

Rudi Hartono RS • Rabu, 10 Juni 2026 | 09:59 WIB

 

Ketua Harian DPP Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Don Muzakir saat melantik pengurus DPD APPSI Kabupaten Karanganyar, Senin (10/6/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)
Ketua Harian DPP Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Don Muzakir saat melantik pengurus DPD APPSI Kabupaten Karanganyar, Senin (10/6/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Maraknya pertumbuhan toko modern dan pesatnya perkembangan belanja daring dinilai semakin mengancam keberlangsungan pedagang pasar tradisional. Jika tidak segera mendapat pendampingan dan perlindungan yang memadai, pedagang pasar dikhawatirkan akan semakin tersisih dalam persaingan usaha.

Hal itu disampaikan Ketua Harian DPP Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Don Muzakir saat melantik pengurus DPD APPSI Kabupaten Karanganyar di Pendapa Raden Mas Said Karanganyar, Selasa (10/6/2026).

Menurut Don, tantangan yang dihadapi pedagang pasar saat ini tidak hanya datang dari perubahan pola belanja masyarakat yang beralih ke platform digital, tetapi juga semakin masifnya ekspansi toko modern yang langsung bersentuhan dengan pasar rakyat.

Baca Juga: Dieng Membeku Minus 1 Derajat: Pesonanya Diburu Turis, tapi Jadi Momok Menakutkan bagi Petani Kentang

"Pasar tradisional harus tetap memiliki ruang hidup. Jangan sampai pasar modern berkembang tanpa kendali sementara pedagang pasar semakin kehilangan pembeli. Karena itu aturan terkait keberadaan pasar modern harus ditegakkan secara konsisten," ujarnya.

Selain menghadapi persaingan usaha, Don juga menyoroti persoalan permodalan yang masih menjadi hambatan bagi banyak pedagang pasar.

Ia menyebut tidak sedikit pedagang yang kesulitan mengakses pembiayaan karena terkendala BI Checking, meskipun pemerintah telah menyediakan program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Baca Juga: Resmi! Bupati Karanganyar Lantik Jajaran Direksi PUDAM Tirta Lawu, Ini Daftarnya

"Yang menjadi persoalan adalah minimnya pendampingan kepada pedagang untuk mengakses program tersebut. APPSI harus hadir membantu dan mendampingi mereka," katanya.

Don menegaskan, kepengurusan baru APPSI Karanganyar harus mampu turun langsung ke lapangan untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi pedagang.

Organisasi pedagang, menurutnya, tidak boleh hanya menjadi wadah formalitas, tetapi harus menjadi mitra perjuangan bagi para pelaku usaha kecil di pasar tradisional.

Baca Juga: Gagal Universitas Dalam Negeri, Alumni SMA Rushd Sragen Malah Nyantol di Singapura

Dalam kesempatan tersebut, Don juga mengingatkan pentingnya revitalisasi pasar yang sudah ada dibandingkan membangun pasar baru yang belum tentu sesuai kebutuhan pedagang. Langkah tersebut dinilai lebih efektif untuk menjaga aktivitas ekonomi rakyat tetap berjalan.

Sementara itu, Ketua DPD APPSI Karanganyar yang baru dilantik, Ilhamsyah Hoesin, menyatakan siap memperjuangkan kepentingan pedagang pasar melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi.

Menurutnya, persaingan dengan toko modern maupun platform belanja online tidak dapat dihindari. Karena itu, pedagang pasar harus dibekali kemampuan yang memadai agar mampu bersaing dan berkembang.

Baca Juga: Dua Pemancing Tenggelam di Bendung Karet Demak: Satu Ditemukan Meninggal, Satu Masih dalam Pencarian

"Kami akan fokus pada pendampingan dan pelatihan pedagang, termasuk digitalisasi pasar dan penggunaan sistem pembayaran non tunai seperti QRIS. Tujuannya agar pasar tradisional tetap menjadi pilihan masyarakat," ujarnya.

Selain itu, APPSI Karanganyar juga akan mendorong sinergi antara pasar tradisional dan pasar modern serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memperjuangkan berbagai kebutuhan pedagang di lapangan. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
#appsi #karanganyar #pasar tradisional #toko modern #Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia