RADARSOLO.COM – Aktivitas pendakian Gunung Lawu melalui sejumlah jalur Kabupaten Karanganyar akan dibuka selama 24 jam penuh pada momen malam 1 Suro.
Kebijakan tersebut dilakukan untuk mengakomodasi tingginya minat masyarakat, khususnya pendaki ritual yang setiap tahun memadati kawasan gunung setinggi 3.265 meter di atas permukaan laut itu.
Kepala Bidang Operasional dan Pengembangan Perusahaan Umum Daerah (PUD) Aneka Usaha Karanganyar Titin Riyadiningsih mengatakan, terdapat dua jalur pendakian resmi di wilayah Karanganyar, yakni jalur Candi Cetho di Kecamatan Jenawi dan jalur Cemoro Kandang di Kecamatan Tawangmangu.
Baca Juga: Pemkab Karanganyar Kunci WTP Ke-12 Beruntun
Menghadapi lonjakan pendaki pada malam 1 Suro, pengelola telah melakukan berbagai persiapan bersama relawan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta SAR Karanganyar. Selain itu, dukungan juga melibatkan tim medis dari PMI, puskesmas, dan kepolisian setempat.
”Kami telah menyiapkan pengamanan dan koordinasi dengan berbagai pihak karena jumlah pendaki biasanya meningkat saat momen 1 Suro,” ujarnya, Senin (14/6/2026).
Pos pengamanan akan beroperasi mulai Senin hingga Rabu (15-17/6/2026). Personel disiagakan di setiap pos pendakian, khususnya di jalur Cemoro Kandang.
Baca Juga: Tragis, Pemuda Asal Sragen Kulon Tewas Disambar KA Malioboro Ekspres di Beloran
Hal itu untuk mengantisipasi keadaan darurat maupun memberikan respons cepat apabila terjadi insiden di jalur pendakian. Pengamanan serupa juga dilakukan di sejumlah pos pada jalur Candi Cetho.
Titin menjelaskan, operasional pendakian saat malam 1 Suro berbeda dengan hari biasa. Pada kondisi normal, pendakian ditutup pada pukul 17.00.
”Namun khusus momentum tersebut, layanan pendakian dibuka tanpa batas waktu selama 24 jam,” imbuhnya.
Baca Juga: Pilkades Serentak Karanganyar, Pemdes Suruhkalang Sebut Politik Uang Rendahkan Martabat Warga
Meski demikian, pengelola memberikan sejumlah catatan penting bagi para pendaki. Salah satunya larangan melakukan solo hiking atau mendaki seorang diri.
Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah antisipasi terhadap risiko kecelakaan maupun kondisi darurat di jalur pendakian.
”Harus ada pendamping. Dalam arti tidak wajib porter, tetapi mereka tidak boleh sendiri,” tegasnya.
Sementara itu, Komandan Markas SAR Karanganyar Arif Sukro Yunianto mengingatkan para pendaki untuk memperhatikan kondisi kesehatan dan kesiapan perlengkapan sebelum memulai perjalanan menuju puncak Lawu.
Menurutnya, kondisi cuaca di kawasan gunung sangat dinamis. Cuaca yang semula cerah dapat berubah menjadi berkabut bahkan hujan dalam waktu singkat. Karena itu, pemeriksaan kesehatan dan kelengkapan peralatan akan dilakukan kepada setiap pendaki sebelum diberangkatkan.
”Pendakian perlu memperhatikan kondisi kesehatan dan fisik serta perlengkapan,” ujarnya.
Petugas berharap seluruh pendaki mematuhi aturan yang berlaku demi menjaga keselamatan selama berada di kawasan Gunung Lawu.
Baca Juga: Mobil Hilang Kendali di Jalur Ekstrem Ngargoyoso Karanganyar, Satu Orang Meninggal Dunia
Dengan meningkatnya aktivitas pendakian saat malam 1 Suro, kewaspadaan dan kesiapan fisik menjadi faktor utama untuk mencegah terjadinya kecelakaan di jalur pendakian. (rud/adi)
Editor : Adi Pras