RADARSOLO.COM – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Karanganyar periode 2026–2031 resmi dilantik. Mukhafi Fadli ditunjuk sebagai ketua.
Mukhafi Fadli menegaskan fokus utama partainya adalah merebut kembali kursi pimpinan DPRD Karanganyar sekaligus mengembalikan kursi PKB di DPR RI yang sempat lepas pada pemilu sebelumnya.
Pelantikan yang digelar di Kantor DPC PKB Karanganyar Kota, Sabtu (13/6/2026) menjadi titik awal konsolidasi politik partai.
Baca Juga: Hadiri Wisuda SMPN 1 Karanganyar, Bupati Rober Beri Motivasi Siswa Hadapi Tantangan Global
Mukhafi menyadari penunjukannya sempat menjadi sorotan publik karena persoalan domisili kepengurusan yang dinilai berada di luar wilayah tugas asalnya.
Namun, ia menegaskan bahwa seluruh kader PKB harus menjunjung tinggi prinsip loyalitas terhadap keputusan partai.
”Sebagai kader, kita harus tunduk dan taat kepada pimpinan. Itulah mengapa di internal kami ada pelatihan kader loyalis,” ujarnya kepada Radarsolo.com.
Baca Juga: Sempat Tertunda Penyesuaian Harga, 26 Paket Proyek DPU Sragen Mulai Diumumkan Senin Sore
Menurut Mukhafi, batas-batas wilayah saat ini tidak lagi menjadi hambatan dalam kerja politik. Ia menilai Karanganyar, Sragen, dan Wonogiri memiliki keterkaitan yang kuat dalam konteks geopolitik maupun pengelolaan basis konstituen.
”Kalau ada istilah aglomerasi, sebenarnya daerah-daerah ini satu jangkauan. Di tingkat provinsi, semuanya masuk Daerah Pemilihan (Dapil) 6," katanya.
Mukhafi melihat penugasan di Karanganyar sebagai tantangan yang harus dijawab dengan strategi yang matang.
Baca Juga: Sambut Pendaki Gunung Lawu di Malam 1 Suro, Jalur Pendakian di Karanganyar Dibuka Nonstop 24 Jam
Ia mengaku menggunakan pendekatan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) untuk memetakan kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan yang dihadapi partai di wilayah Solo Raya.
Menurut Mukhafi, karakter masyarakat Karanganyar tidak jauh berbeda dengan Sragen sehingga komunikasi politik dapat dibangun secara lebih efektif dengan berbagai pemangku kepentingan.
”Di sinilah seni politiknya. Karakteristik Karanganyar tidak jauh berbeda dengan Sragen. Segala sesuatunya sangat bisa kita komunikasikan dengan para stakeholder," jelasnya.
Baca Juga: Pilkades Serentak Karanganyar, Pemdes Suruhkalang Sebut Politik Uang Rendahkan Martabat Warga
Ia juga menilai penugasan lintas wilayah merupakan bagian dari strategi partai dalam mendistribusikan sumber daya politik secara lebih merata. Model tersebut, kata dia, juga banyak diterapkan oleh partai-partai lain.
Sebagai langkah awal, kepengurusan baru akan segera melakukan safari politik dan konsolidasi dengan berbagai elemen strategis.
Salah satunya melalui silaturahmi dengan para kiai dan jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Karanganyar.
Baca Juga: 34 Desa di Sragen Rawan Krisis Air Bersih, Ini Daftarnya
”Kami akan segera sowan kepada para kiai di lingkungan PCNU Karanganyar. Selain itu, komunikasi intensif juga akan kami bangun dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan jajaran pemerintahan," katanya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi PKB untuk meningkatkan performa elektoral pada Pemilu 2029.
Sejumlah target yang dicanangkan antara lain merebut kembali kursi pimpinan DPRD Karanganyar, menambah jumlah kursi legislatif di tingkat kabupaten, serta mengembalikan kursi DPR RI dari daerah pemilihan tersebut.
Selain itu, PKB juga menargetkan mempertahankan bahkan meningkatkan perolehan kursi DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Dapil 6 yang pada pemilu sebelumnya berhasil menyumbang satu kursi bagi partai. (rud/adi)
Editor : Adi Pras