RADARSOLO.COM - Pernah nggak sengaja melewati kawasan Pabrik Gula Tasikmadu lalu teringat masa kecil? Dulu, tempat ini identik dengan “Sondokoro”, destinasi yang hampir selalu masuk daftar study tour sekolah sekaligus tujuan liburan keluarga. Setelah sempat sepi dan perlahan terlupakan, kawasan yang menyimpan banyak kenangan itu kini kembali hadir dengan wajah baru bernama “De'Tasikmadoe Heritage”.
Jauh sebelum menjadi tempat wisata, kawasan ini merupakan bagian dari Pabrik Gula Tasikmadu, salah satu pabrik gula bersejarah yang dibangun oleh KGPAA Mangkunegara VI pada tahun 1871. Hingga kini, pabrik tersebut masih menjadi saksi perkembangan industri gula di Jawa sekaligus menjadi salah satu warisan sejarah yang dimiliki Kabupaten Karanganyar.
Baca Juga: Bosan Scroll Shorts? Ini 7 Channel YouTube Travel yang Bikin Serasa Keliling Dunia
Pada 2006, kawasan pabrik mulai direvitalisasi menjadi destinasi wisata. Konsep yang diusung saat itu cukup berbeda karena memadukan bangunan peninggalan kolonial dengan ruang edukasi dan rekreasi. Pengunjung tidak hanya datang untuk bermain, tetapi juga diajak mengenal sejarah industri gula, melihat langsung suasana pabrik, hingga mengikuti edukasi mengenai kopi dan teh.
Sekitar tahun 2010 hingga 2017 menjadi masa kejayaan Sondokoro. Hampir setiap musim liburan atau akhir semester, kawasan ini dipenuhi rombongan siswa SD dan SMP dari berbagai daerah. Naik kereta uap yang melintasi kebun tebu menjadi salah satu aktivitas yang paling dinantikan. Selain itu, ada pula kolam renang, mini zoo, terapi ikan, taman bunga, hingga berbagai wahana yang membuat Sondokoro selalu ramai dikunjungi.
Baca Juga: Kenapa Lagu Bisa Muter Terus di Kepala? Ternyata Ada Fenomena Bernama Earworm
Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, suasana itu mulai berubah. Beberapa wahana tidak lagi beroperasi, perawatan kawasan mulai berkurang, dan munculnya berbagai destinasi wisata baru di Karanganyar membuat pamor Sondokoro perlahan meredup. Tempat yang dulu dipenuhi suara tawa anak-anak sempat kehilangan daya tariknya.
Kini, kawasan tersebut mencoba bangkit melalui identitas baru sebagai De'Tasikmadoe Heritage. Pergantian nama ini bukan sekadar rebranding tetapi juga menjadi langkah untuk mengembalikan nilai sejarah Pabrik Gula Tasikmadu sebagai daya tarik utama. Pengunjung diajak menikmati suasana kawasan bersejarah yang telah berdiri lebih dari satu abad, sekaligus mengenal cerita di balik industri gula yang pernah berjaya.
Baca Juga: Berawal dari Dapur Rumah, Brownies Ketan Sidoarjo Kini Sukses Tembus Pasar Australia hingga Turki
Tak hanya itu, kawasan ini juga mulai menjadi ruang publik baru bagi masyarakat. Pada pagi maupun sore hari, De'Tasikmadoe Heritage ramai didatangi warga yang jogging, jalan santai, bersepeda, atau sekadar menikmati suasana rindang di sekitar pabrik gula. Aktivitas tersebut memberi warna baru bagi kawasan yang dulu lebih dikenal sebagai tempat bermain dan study tour.
Hadirnya kembali De'Tasikmadoe Heritage menjadi angin segar bagi pariwisata Karanganyar. Di tengah banyaknya destinasi wisata baru, kawasan ini menawarkan pengalaman yang berbeda dengan memadukan sejarah, ruang terbuka, dan aktivitas masyarakat dalam satu tempat.
Editor : Kabun Triyatno