Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Tak Sekadar Spot Foto, Kretek Pegat di Grojogan Sewu Menyimpan Mitos yang Masih Melegenda

Annas Rohmanda Purbaningrum • Senin, 13 Juli 2026 | 19:15 WIB
Kretek Pegat di Grojogan Sewu. (Instagram @grojogansewutawangmangu)
Kretek Pegat di Grojogan Sewu. (Instagram @grojogansewutawangmangu)

RADARSOLO.COM - Bagi wisatawan yang pernah berkunjung ke Air Terjun Grojogan Sewu, Tawangmangu, Kretek Pegat mungkin terlihat seperti jembatan kayu biasa. Panjangnya hanya sekitar enam meter dan menjadi salah satu titik favorit untuk berfoto dengan latar air terjun yang menjulang tinggi. Di balik keindahannya, jembatan ini menyimpan cerita yang sudah turun-temurun dipercaya masyarakat.

Kretek Pegat, yang dalam bahasa Jawa berarti "jembatan pemisah", dikenal karena mitosnya yang berkaitan dengan hubungan asmara. Konon, pasangan yang belum menikah dan melintasi jembatan tersebut bersama dipercaya akan mengalami perpisahan sebelum sampai ke pelaminan. Meski belum pernah terbukti secara ilmiah, cerita ini masih sering menjadi perbincangan di kalangan wisatawan maupun masyarakat sekitar.

Baca Juga: Rekap Pemain Baru Persebaya di Liga 1: Eks PSM Makassar, Dewa United dan Persik Kediri Merapat, 11 Nama Dilepas

Menurut cerita yang berkembang, mitos tersebut tidak berlaku bagi pasangan yang sudah menikah. Bahkan, ada pula yang meyakini bahwa mitos itu hanya akan terjadi jika pasangan tersebut memang bukan berjodoh. Kepercayaan inilah yang membuat sebagian pengunjung memilih tidak menyeberangi jembatan bersama pasangannya, sementara yang lain justru penasaran dan menganggapnya sebagai bagian dari pengalaman wisata.

Selain dikenal dengan mitos putus cinta, Kretek Pegat juga lekat dengan kisah-kisah mistis. Warga sekitar percaya kawasan Grojogan Sewu dijaga oleh sosok gaib yang disebut sebagai abdi Kyai Baladewa. Sosok tersebut digambarkan sebagai seorang kakek tua yang sesekali menampakkan diri di sekitar jembatan, terutama saat sore hari atau ketika kabut mulai menyelimuti kawasan air terjun.

Baca Juga: Hari Pertama Masuk Sekolah Masih Deg-Degan? Tenang, Kamu Tidak Sendiri

Terlepas dari benar atau tidaknya berbagai cerita tersebut, keberadaan Kretek Pegat telah menjadi bagian dari folklor masyarakat Tawangmangu. Mitos yang terus diceritakan dari generasi ke generasi justru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Banyak yang datang bukan hanya untuk menikmati keindahan Air Terjun Grojogan Sewu, tetapi juga ingin melihat langsung jembatan yang selama puluhan tahun dikenal sebagai "jembatan pemisah" itu.

 

Editor : Kabun Triyatno
#Kretek Pegat #tawangmangu #grojogan sewu #karanganyar #mitos