Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Longsor Putus Akses Jalan di Jatiyoso Karanganyar, Satu Dusun Terisolasi

Rudi Hartono RS • Senin, 13 Juli 2026 | 16:41 WIB

 

Proses pembersihan longsor yang menutup jalan di Dusun Tawang, Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar, Senin (13/7/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)
Proses pembersihan longsor yang menutup jalan di Dusun Tawang, Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar, Senin (13/7/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Jalan kampung di Dusun Tawang, Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar terputus akibat longsor.

Penyebabnya diduga karena luapan air dari saluran irigasi petani di kawasan lereng Jatiyoso. Material tanah sepanjang sekitar 50 meter menimbun jalan utama penghubung antardusun.

Selain itu, tiang listrik ikut roboh, serta memutus jaringan internet. Hingga Senin (13/7/2026), proses pembersihan masih berlangsung dan akses menuju Dusun Tawang belum bisa dilalui.

Baca Juga: Ambil Pesanan Sabu, Oknum Kadus di Wonolopo Tasikmadu Dicokok Polres Karanganyar

Camat Jatiyoso Mahmud Azis Arifin mengatakan, longsor terjadi pada Sabtu malam (11/7/2026) sekitar pukul 00.00 WIB.

Material longsoran memiliki panjang sekitar 50 meter dengan luasan terdampak mencapai kurang lebih 90 meter persegi.

Akibat longsoran tersebut, akses lalu lintas dari arah Dusun Kuryo menuju Wonorejo, Banyu Anyep, dan Beruk sempat tertutup total.

Baca Juga: Komisi I DPRD Sragen Fasilitasi Audiensi Konflik Aturan Nikah Satu Kantor di BUMD

Dampak terparah dirasakan warga Dusun Tawang yang praktis terisolasi karena jalan utama tidak dapat dilintasi.

”Jalan ini merupakan akses utama warga. Yang paling terdampak adalah akses menuju Dusun Tawang karena sama sekali tidak bisa dilalui,” ujar Mahmud usai melakukan pengecekan di lokasi.

Mahmud menjelaskan, berdasarkan hasil pengecekan awal, longsor diduga dipicu meluapnya saluran air yang digunakan petani untuk mengairi lahan.

Baca Juga: Mobil Jeep yang Dinaiki Dua Anak di Ngargoyoso Karanganyar Terjun ke Jurang

Debit air yang besar meresap ke dalam tebing dengan kondisi tanah labil hingga akhirnya memicu longsoran.

”Air meresap cukup dalam ke dalam tanah. Kondisi tebing memang labil dan terus basah sehingga akhirnya terjadi longsor,” jelasnya.

Pihaknya mengaku berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar untuk melakukan penanganan darurat.

Baca Juga: Pimpinan Cabang GP Ansor Sragen Dilantik, Desak Pengesahan Perbup Pesantren

Alat berat langsung didatangkan guna membuka akses jalan yang tertutup material longsor. Namun baru mampu membersihkan sekitar 25 persen timbunan tanah.

”Kami meminta bantuan kepada Pemkab Karanganyar agar mengirimkan alat berat dengan kapasitas yang lebih besar sehingga proses pembukaan jalan bisa lebih cepat selesai,” katanya.

Untuk menghindari risiko kecelakaan, petugas telah memasang penutup dan rambu peringatan di sekitar lokasi longsor.

Warga juga diimbau tidak melintas maupun beraktivitas di sekitar tebing yang masih berpotensi mengalami pergerakan tanah, terutama apabila hujan kembali turun. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
#banyu anyep #BPBD Karanganyar #karanganyar #longsor #jatiyoso