RADARSOLO.COM – Operasional gudang dan pabrik sendal milik PT Porto di Jalan Solo-Sragen, Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar dihentikan sementara pihak manajemen selama sepekan ke depan.
Menyusul kebakaran hebat yang terjadi di pabrik tersebut, Minggu (19/7/2026). Berdasarkan pantauan di lokasi, Senin (20/7/2026) pagi, gerbang besi berwarna biru yang menjadi akses utama pabrik tampak tertutup rapat dan dijaga ketat.
Meski ditutup bagi umum, petugas keamanan setempat masih membukakan gerbang secara selektif untuk aktivitas kendaraan tertentu.
Baca Juga: Waduk Delingan Karanganyar Mengering: Jadi Lahan Pertanian, Warga Berebut Ikan
Seperti truk besar yang membawa alat berat ekskavator keluar-masuk area pabrik guna keperluan evakuasi material.
Kapolsek Kebakkramat Iptu Marindra Prasetya menjelaskan, penutupan dan penghentian operasional ini direncanakan bakal berlangsung selama kurang lebih satu minggu. Langkah tersebut diambil secara mandiri oleh pihak pemilik perusahaan.
”Keputusan ini diambil oleh pihak pemilik perusahaan agar manajemen dapat fokus melakukan proses pembersihan di area yang terdampak," ujar Marindra.
Baca Juga: SMP Birrul Walidain Sragen Manfaatkan Momentum Piala Dunia untuk Bentuk Karakter Siswa
"Selain itu, seluruh aktivitas pekerja diliburkan sementara demi kelancaran proses penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kebakaran,” imbuhnya.
Saat ini, pihak kepolisian masih menunggu kedatangan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah serta Polres Karanganyar untuk melakukan pemeriksaan intensif.
Tim gabungan tersebut dijadwalkan akan menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Rabu (22/7/2026) besok.
Baca Juga: Pemkab Karanganyar Perkuat Pendidikan Inklusif Sejak Usia Dini
Camat Kebakkramat Joko Sutiyono mengonfirmasi amukan si jago merah akhirnya berhasil dikendalikan sepenuhnya setelah petugas pemadam kebakaran berjibaku di lapangan.
”Kobaran api berhasil dipadamkan pada Minggu (19/7/2026) malam,” terang Joko saat dikonfirmasi.
Disinggung nilai kerugian materiil, Joko mengaku belum bisa memberikan rincian lebih lanjut karena proses asesmen masih berjalan.
Baca Juga: Mandi Berendam karena Gerah, Remaja asal Tanon Sragen Terseret Arus Bengawan Solo
”Soal kerugian, saat ini masih belum mengetahui secara pasti karena masih dalam tahap penghitungan. Sedangkan untuk status apakah perusahaan tersebut diasuransikan atau tidak, pihak kami kurang tahu,” tandasnya. (rud/adi)
Editor : Adi Pras