Dukung Sudaryono Jabat Ketua BGN, DPW Tani Merdeka Jateng Berharap BGN Serap Pangan Lokal, Kuatkan Ekonomi Desa

Rudi Hartono RS • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 12:33 WIB
Ketua DPW Tani Merdeka Wawan Pramono memakai peci saat bersama gubernur dan Kepala BGN Baru Sudaryono. 
Ketua DPW Tani Merdeka Wawan Pramono memakai peci saat bersama gubernur dan Kepala BGN Baru Sudaryono. 

RADARSOLO.COM - Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) disambut antusias kalangan petani.

DPW Tani Merdeka Jawa Tengah menyatakan dukungan penuh dan berharap program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya mengejar target gizi, tetapi juga menjadi lokomotif baru penggerak ekonomi pertanian.

Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Tengah, Wawan Pramono, menilai Sudaryono memiliki rekam jejak kuat di sektor pertanian. Hal itu diyakini menjadi modal penting untuk memastikan rantai pasok MBG berpihak pada petani.

"Kami mengucapkan selamat kepada Bapak Sudaryono atas amanah sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Dengan pengalaman beliau di pertanian, kami optimistis BGN mampu membawa kemajuan bagi pemenuhan gizi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat," ujar Wawan yang juga anggota DPRD Karanganyar, Rabu (22/7/2026) malam.

Wawan meyakini Sudaryono mampu mengoptimalkan MBG dengan skema kemitraan bersama kelompok tani. Hasil panen petani lokal seperti beras, telur, sayur, dan buah diharapkan menjadi menu utama MBG, bukan impor. 

Bahkan Tani Merdeka mendesak BGN menetapkan skema pembelian langsung dari petani dengan harga yang layak dan transparan.

Dengan begitu, MBG tidak hanya memberi makan gratis, tetapi juga memberi kepastian pasar.

Dukungan ini menjadi komitmen Tani Merdeka untuk mengawal agar program MBG benar-benar memperkuat produksi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor bahan pangan.

"Kami siap bersinergi agar program-program Badan Gizi Nasional berjalan optimal. Kami percaya di bawah kepemimpinan Pak Sudaryono, BGN mampu menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional," tegas Wawan.

Menurut Wawan, keberhasilan MBG harus diukur dua sisi. Sisi pertama pemenuhan gizi anak sekolah dan kelompok rentan. Sisi kedua adalah dampak ekonomi ke desa.

"Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya diukur dari pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga dampaknya terhadap perekonomian desa dan kesejahteraan petani melalui penyerapan hasil pertanian dalam negeri," katanya.

Untuk itu, DPW Tani Merdeka Jawa Tengah menyatakan kesiapan menjadi jembatan antara BGN dengan kelompok tani di tingkat desa.

Organisasi akan mendorong petani binaan agar siap menjadi pemasok bahan pangan bergizi sesuai standar BGN.

Wawan juga berharap Sudaryono membangun kolaborasi luas antara pemerintah, petani, koperasi, BUMDes, dan pelaku usaha pangan.

Model ini dinilai penting agar manfaat MBG tidak berhenti di piring penerima, tetapi berputar di ekonomi lokal.

Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto melantik Sudaryono sebagai Kepala BGN di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

BGN mendapat mandat besar mengoordinasikan pelaksanaan MBG, program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran.

Dengan keterlibatan petani dalam rantai pasok MBG, Tani Merdeka berharap program ini menciptakan efek domino: anak cukup gizi, petani punya pasar, desa bergerak ekonominya.

"Jangan sampai petani hanya jadi penonton di negerinya sendiri. Saatnya hasil sawah kita yang mengisi program MBG," pungkas Wawan. (Rud)

Editor : Nur Pramudito
Sumber : Radar Solo
Sudaryono Ketua BGN DPW Tani Merdeka Jateng Wawan Pramono BGN