Tawangmangu Didorong Jadi Sentra Bawang Putih Nasional

Rudi Hartono RS • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:41 WIB
Wakapolda Jateng Brigjen Pol Dr. Latif Usman saat panen bawang di Tawangmangu, Rabu (19/8/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)
Wakapolda Jateng Brigjen Pol Dr. Latif Usman saat panen bawang di Tawangmangu, Rabu (19/8/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Polda Jawa Tengah berkolaborasi dengan kelompok tani di Tawangmangu mendorong kawasan lereng Gunung Lawu jadi sentra utama bawang putih nasional.

​Komitmen tersebut diwujudkan melalui aksi penanaman serentak dan persiapan panen raya di lahan pertanian Poktan Taruna Tani Maju, Pancot Lor, Tawangmangu, Rabu (19/8/2026).

Wakapolda Jateng Brigjen Pol Dr. Latif Usman menyatakan, Jawa Tengah saat ini menjalankan dua agenda besar pertanian sekaligus.

Baca Juga: Karanganyar Eco Culture Night Carnival 2026 Meriah, ​Semarak Kemerdekaan Diiringi Aksi Peduli NTT

Gerakan menanam serentak dilakukan di lahan seluas 11,8 hektare di seluruh Jateng, sedangkan target panen raya hingga September mendatang mencapai 110 hektare.

”Tawangmangu merupakan salah satu sentra bibit unggul. Banyak daerah luar yang mengambil bibit dari sini. Ini menjadi kebanggaan bersama, sehingga Jawa Tengah dapat terus menjadi penyokong pertama komoditas bawang putih di Indonesia,” ujar Latif di lokasi acara.

​Jawa Tengah menyokong sekitar 63 persen kebutuhan bawang putih nasional. Selain Karanganyar, produksi disokong wilayah Batang, Tegal, Pekalongan, Temanggung, dan Semarang.

Baca Juga: Logo Pemkab Sragen di Baliho "Sragen Lokal Fest" Tak Sesuai, Warga Lempar Kritik Pedas

​Untuk menjaga efektivitas produksi, kepolisian berkoordinasi intensif dengan dinas terkait untuk memastikan distribusi pupuk bersubsidi, alat dan mesin pertanian (Alsintan), serta pengawalan aspirasi teknis para petani.

​Ketua Taruna Tani Maju sekaligus Gapoktan Ngudi Rejeki Bejo Supriyanto mengungkapkan, umbi varietas baru ini berukuran besar dengan aroma tajam yang sanggup bersaing dengan varietas impor seperti Kating.

Patokan harga saat ini berada di angka Rp 12 ribu per kg untuk cabut basah dan Rp 46 ribu per kg untuk benih.

Baca Juga: Disdikbud Karanganyar Panggil K3S Tasikmadu terkait Penjualan Buku TKA Rp 90 Ribu ke Siswa

”Musim kemarau panjang justru memberikan hasil kualitas terbaik. Musim tanam dimulai Mei, sedangkan panen raya berlangsung bertahap pada Agustus hingga September,” jelas Bejo.

​Di Kalisoro saja, potensi lahan mencapai 30–40 hektare yang dikelola secara swadaya. Seluruh aktivitas produksi terkonsolidasi di bawah Gapoktan Ngudi Rejeki yang membawahi enam kelompok tani (Poktan Maju, Taruna Tani Maju, Poktan Tulus, Poktan Dadi, Galang Mitra, dan kelompok pendukung) demi merealisasikan kemandirian pangan. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
tawangmangu gunung lawu karanganyar Polda Jawa Tengah Bawang Putih