RADARSOLO.COM – Komunitas Perfilman Desa Karang (Kofika) bersiap menggelar helatan berskala nasional, Jambore Nasional Perfilman Desa 2026.
Bekerja sama dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendesa PDT), dijadwalkan digelr di Watu Gambir Park, Desa Karang, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, Rabu (26/8/2026) hingga Sabtu (29/8/2026).
Mengusung tema filosofis "Dunung, Gunung dan Lumbung: Ketahanan Kreativitas di Desa Digital", ajang ini memadukan konsep movie camp.
Baca Juga: Duh, Gaji 160 Buruh Pabrik di Karanganyar Tak Dibayar
Merangkul aspek apresiasi, edukasi, produksi, hingga representasi pengembangan jaringan ekonomi kreatif di tingkat tapak.
”Jambore ini dirancang sebagai ruang temu dan kolaborasi lintas sektor mulai dari komunitas film, pemerintah, perguruan tinggi, industri kreatif, pelaku teknologi, hingga masyarakat guna membangun ekosistem perfilman desa yang berkelanjutan,” ujar Pengurus Kofika sekaligus Pendamping Perfilman Desa, Noor Aini, Senin (24/8/2026).
Noor Aini menambahkan, rangkaian agenda strategis telah disiapkan secara komprehensif. Kegiatan diawali dengan pemutaran dan apresiasi karya audiovisual berbasis kearifan lokal.
Baca Juga: Warga Sragen Mengadu ke Kang Dedi Mulyadi terkait Kasus Hukum
Dilanjutkan dengan pelatihan teknis perfilman serta pemanfaatan teknologi modern dalam sesi workshop dan master class.
Selain itu, forum diskusi mendalam disiapkan melalui FGD dan panel forum yang membahas isu narasi pembangunan desa, strategi pembiayaan, hingga infrastruktur film daerah.
Kemeriahan acara dilengkapi dengan Expo Perfilman Desa sebagai wadah pameran teknologi ramah desa sekaligus ajang promosi produk ekonomi kreatif lokal.
Baca Juga: Laka Maut di Tawangmangu Karanganyar, Sekeluarga Terjun Jurang: Satu Tewas
Kegiatan ini ditargetkan merangkul delegasi dari 30 hingga 50 desa atau daerah tertinggal lintas pulau, mulai dari Papua, Sumbawa (NTB), Jambi, hingga berbagai wilayah di Pulau Jawa.
Sejumlah instansi dan industri seperti BPI, LSF, BRIN, Direktorat Ekraf Kemenbud, ISI Surakarta, Sony Indonesia, hingga AXIOO turut menyatakan dukungannya.
”Cerita di desa itu sangat kaya. Harapan besar kami, cerita-cerita ini bisa diangkat menjadi karya film yang menarik sehingga mendorong kunjungan wisatawan dan membawa desa di Indonesia dikenal hingga tingkat global,” ujar Kepala Desa Karang, Dwi Purwoto. (rud/adi)
Editor : Adi Pras