Kostum Unik Karnaval Warga Girimulyo Ngargoyoso, Jadi Daya Tarik Wisata

Rudi Hartono RS • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 18:07 WIB

 

Karnaval HUT RI di lapangan Desa Girimulyo, Ngargoyoso, Karanganyar, Minggu (23/8/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)
Karnaval HUT RI di lapangan Desa Girimulyo, Ngargoyoso, Karanganyar, Minggu (23/8/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Desa Girimulyo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar terus mengoptimalkan potensi keberagaman masyarakatnya sebagai modal utama pembangunan daerah.

Selain mengandalkan keindahan alam lereng Gunung Lawu, desa ini menjadikan semangat kebhinekaan dan gotong royong warga sebagai daya tarik wisata baru sekaligus penggerak roda perekonomian lokal.

Hal itu tercermin dari latar belakang masyarakatnya yang beragam. Mulai dari sektor pertanian, pendidikan, hingga teknologi dan UMKM yang hidup harmonis.

Baca Juga: Lalai Bakar Sampah, Bangunan TK Harjosari 2 Karangpandan Dilalap Api

Nilai-nilai keberagaman ini secara konsisten diwadahi melalui berbagai ruang ekspresi kebudayaan desa yang melibatkan seluruh lapisan warga.

​Kepala Desa Girimulyo Ponco Adi Prasetyo menyatakan, modal sosial berupa kebersamaan dan toleransi antarwarga menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas serta memajukan desa.

”Potensi terbesar Girimulyo terletak pada kekompakan warganya. Melalui ruang ekspresi kebudayaan, kami merawat ingatan sejarah sekaligus mengajak warga menatap masa depan dengan optimis. Kebhinekaan ini modal utama kami untuk maju bersama,” ujar Ponco, Selasa (25/8/2026).

Baca Juga: Proyek Glowingisasi Trotoar Sragen Ancam Jaringan Air Bersih, PDAM Kawal Agar Tak Merusak Pipa

​Sementara itu, Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Elliana, mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Desa Girimulyo dalam mengelola keberagaman warga menjadi nilai tambah bagi sektor pariwisata daerah.

Menurutnya, keterbukaan dan sikap ramah warga lokal memberi rasa aman bagi para wisatawan yang berkunjung.

”Semangat kebhinekaan yang dirawat warga Girimulyo ini adalah contoh konkret pembangunan berbasis masyarakat. Ketika perbedaan dikelola dengan baik, desa tidak hanya menjadi harmonis, tetapi juga mampu mendongkrak perekonomian daerah secara berkelanjutan,” kata Adhe. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
ngargoyoso karanganyar karnaval pertanian umkm