RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar terus berupaya mengoptimalkan potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak kendaraan bermotor (PKB).
Mengingat angka tunggakan pajak kendaraan di Kabupaten Karanganyar hingga Juli 2026 tercatat cukup fantastis, yakni mencapai Rp 33,6 miliar.
Sebagai solusi strategis untuk menekan nilai tunggakan sekaligus menggenjot PAD, Pemkab Karanganyar menggandeng Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) di 162 desa se-Kabupaten Karanganyar untuk bekerja sama dengan UPTD Samsat Karanganyar.
Baca Juga: Mutasi di Lingkungan Polres Sragen, 12 Pejabat Utama Resmi Berganti
Kerja sama ini diproyeksikan menjadi angin segar bagi BUMDes sekaligus mempermudah masyarakat desa dalam mengurus kewajiban pajak tahunan tanpa harus menempuh jarak jauh ke kantor Samsat pusat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Karanganyar Heru Joko Sulistyono menjelaskan, penawaran kerja sama ini bertujuan mendorong ekspansi unit usaha di tingkat desa.
”Tujuan utama kita memberikan penawaran ke BUMDes ini adalah untuk membantu mereka memperluas unit usaha. Supaya BUMDes-nya hidup, memberikan keuntungan bagi masyarakat, dan layanannya (pembayaran pajak) menjadi lebih dekat,” ujar Heru usai sosialisasi di Aula Kantor DPUPR Kabupaten Karanganyar, Rabu (2/9/2026).
Baca Juga: Karanganyar Kirim 197 Atlet dan Pelatih di Popda Jateng 2026
Heru tidak menampik dari total 162 desa yang masing-masing telah memiliki BUMDes, persentase BUMDes yang masuk kategori sehat secara finansial dan operasional masih terbilang kecil.
Meski begitu, skema pelayanan Samsat desa ini sudah terbukti berjalan baik di beberapa wilayah.
”Di daerah Kebakkramat, ada yang sudah berjalan dan bisa jadi pilot project. Ke depan, pengelola BUMDes juga harus kreatif. Jangan hanya monoton duduk menunggu masyarakat datang, tapi harus jemput bola agar ada daya tarik,” tegasnya.
Baca Juga: Proyek Jalan Beloran Dimulai, CFD Sragen Diliburkan Tiga Pekan
Langkah inovatif ini mendapat dukungan penuh dari Bupati Karanganyar Rober Christanto yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut.
Menurut Rober, kolaborasi ini merupakan terobosan saling menguntungkan (win-win solution) untuk penguatan ekonomi lokal dan pencapaian target PAD.
”Kerja sama BUMDes dengan UPTD Samsat ini sangat strategis. Selain mendekatkan pelayanan publik hingga ke pelosok desa, ini adalah dorongan nyata untuk meningkatkan PAD, baik bagi pemerintah desa maupun Pemkab Karanganyar,” ungkap Rober.
Baca Juga: KPM Bansos di Karanganyar yang Dicoret karena Judol Melonjak Jadi 6.400
Rober berharap seluruh jajaran pemerintahan desa dapat merespons peluang ini dengan tata kelola BUMDes yang profesional dan transparan demi mewujudkan kemandirian ekonomi desa sekaligus menekan angka tunggakan pajak di Karanganyar. (rud/adi)
Editor : Adi Pras