KPM Bansos di Karanganyar yang Dicoret karena Judol Melonjak Jadi 6.400


RADARSOLO.COM – Jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial (bansos) di Karanganyar yang dibekukan karena terindikasi judi online (judol) bertambah.
Data terbaru Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) mencapai 6.400 KPM dari data sebelumnya 4.631 KPM.
Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pembinaan Sosial Dinsos Karanganyar Suwondo membenarkan adanya kenaikan tersebut. Menurut dia, tambahan data langsung terpantau setelah sistem pusat diperbarui.
”Kemarin awalnya tercatat 4.631 KPM. Begitu sistem di-update, per hari ini jumlahnya bertambah menjadi sekitar 6.400-an KPM di 17 kecamatan,” ujar Suwondo, Selasa (1/9/2026).
Dia menjelaskan, ribuan KPM tersebut tersebar di 17 kecamatan. Namun, tingginya angka KPM yang dicoret belum berbanding lurus dengan respons di lapangan.
Dari ribuan KPM yang masuk daftar, baru sekitar 200 KPM yang memberikan respons atau datang untuk melakukan klarifikasi.
Dinsos pun mempercepat langkah. Salah satunya melalui bimbingan teknis (bimtek) bagi petugas yang menjadi ujung tombak pelayanan dan verifikasi di tingkat desa hingga kecamatan.
Bimtek tersebut melibatkan 177 operator desa/kelurahan serta 17 petugas kecamatan yang terdiri atas pendamping program keluarga harapan (PKH) dan tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK).



