RADARSOLO.COM – Kebakaran melanda mebel CV Ngremboko Furniture di Dusun Sembuh Kulon, Desa Kwangsan, Kecamatan Jumapolo, Karanganyar, Rabu (2/9/2026) malam.
Usaha milik Parwoto, warga Kwangsan, Kecamatan Jumapolo ini menyebabkan kerugian materiil Rp 300 juta.
Kebakaran yang dilaporkan sekitar pukul 21.40 WIB tersebut baru berhasil dipadamkan pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.
Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar tujuh jam karena material yang terbakar didominasi serbuk gergajian dan potongan kayu yang mudah menyulut api kembali.
Baca Juga: Imbas Asap TPA Putri Cempo, Murid TK dan SD di Plesungan Gondangrejo Dipulangkan Lebih Awal
Kepala Desa Kwangsan Sutardi mengatakan, pihaknya mengetahui kejadian tersebut setelah mendapatkan laporan dari warga. Lokasi usaha mebel milik Parwoto juga berada tidak jauh dari kantor desa.
”Kalau penyebabnya saya kurang tahu. Saya tahu setelah ada laporan warga. Kebetulan lokasi usaha mebelnya itu tidak jauh dari kantor kepala desa,” ujar Sutardi.
Akibat kebakaran tersebut, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Sejumlah bahan dan material mebel yang berada di dalam bangunan ikut dilalap api.
Baca Juga: TPA Tanggan Kapasitas Tembus 90 Persen, DLH Sragen Tegas Tolak Sampah dari Solo
Kasi Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Karanganyar Danang Kusuma Wardana menjelaskan, luas bangunan CV Ngremboko Furniture yang terbakar mencapai sekitar 40 x 30 meter. Pemilik usaha, Parwoto, memperkirakan kerugian sekitar Rp 300 juta.
Danang menjelaskan, laporan kebakaran diterima Damkar Karanganyar sekitar pukul 21.40 WIB.
Setelah berkoordinasi dengan sejumlah pihak lantaran lokasi kejadian cukup luas dan terdapat banyak material mudah terbakar, tim langsung bergerak menuju lokasi.
Baca Juga: Warga Plesungan Gondangrejo Mulai Batuk dan Sesak Napas Terpapar Asap Kebakaran TPA Putri Cempo
”Tim Damkar Karanganyar meluncur pukul 21.45 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 22.00 WIB. Pemadaman kemudian dilakukan dengan dukungan sejumlah instansi dan relawan,” terang Danang.
Purwanto, pegawai sekaligus penjaga malam mengaku kepulan asap terlihat sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah dilakukan pengecekan, api diketahui membakar serbuk bekas gergajian kayu di dekat mesin pemotong.
Purwanto sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, banyaknya serbuk gergaji dan potongan kayu membuat api dengan cepat merembet sehingga upaya pemadaman tidak berhasil.
Baca Juga: Izin Pusat Klir Tapi Daerah Belum Rampung, Desak Pemkab Sragen Tindak PT Donglong
Dia kemudian meminta bantuan warga sekaligus melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran.
”Kebakaran diduga berkaitan dengan kejadian sehari sebelumnya. Saat itu sempat terjadi kebakaran yang diduga berasal dari percikan api pada mesin pemotong kayu. Api ketika itu berhasil diatasi karyawan, namun diduga masih menyisakan titik panas di dalam tumpukan serbuk kayu,” tandasnya. (rud/adi)
Editor : Adi Pras