RADARSOLO.COM – Kepulan asap pekat akibat kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Solo masih membayangi permukiman warga di wilayah perbatasan.
Untuk itu, penanganan tanggap darurat di Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar kini difokuskan pada penguatan layanan kesehatan, pemenuhan logistik, serta penyediaan tempat penampungan sementara bagi warga terdampak.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Desa Plesungan Sumarno mengungkapkan, mobilitas warga menyesuaikan tingkat kepekatan asap yang mengepung setidaknya enam wilayah RT di desanya.
Baca Juga: Kantor BMT Dinar Mulia Karanganyar Digeledah Polisi, terkait Dana Nasabah Raib
”Alhamdulillah secara umum aman terkendali. Kalau siang hari jumlah pengungsi relatif berkurang karena sebagian warga usia produktif tetap beraktivitas dan bekerja di Solo. Asap biasanya baru mulai pekat dan berdampak itu sore menjelang malam,” terang Sumarno, Selasa (8/9/2026).
Sumarno menjelaskan, jumlah warga yang bertahan di posko pengungsian bersifat kondisional. Berdasarkan data pemantauan desa, fluktuasi jumlah pengungsi terus terjadi sesuai kondisi di lapangan.
”Jumlah yang masih bertahan di posko hari ini kurang lebih 50-an orang. Namun, ini menyesuaikan kondisi angin. Kalau asap pekat ada yang mengungsi, dan kalau kondisi normal mereka kembali ke rumah,” tambahnya.
Baca Juga: Laka KA Majapahit Vs Pikap di Kalijambe Sragen, Sopir Diduga Kurang Konsentrasi
Selain operasional dapur umum (du) oleh BPBD Kabupaten Karanganyar, Polres Karanganyar turut menerjunkan personel untuk membagikan masker gratis.
Selain itu menyalurkan bantuan logistik, mendirikan dua unit tenda darurat tambahan, serta menggelar pemeriksaan kesehatan gratis dan pendampingan trauma healing.
Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti menegaskan bahwa prioritas utama penanganan saat ini adalah meminimalisasi dampak kesehatan bagi masyarakat, terutama kelompok rentan.
Baca Juga: Jadi Tersangka Tambang Ilegal, Kades Karanganyar Boyolali Diberhentikan Sementara
”Penanganan dampak paparan asap ini harus dilakukan secara komprehensif. Prioritas utama kami saat ini adalah mengamankan kebutuhan fisik maupun kesehatan warga. Tim medis disiagakan penuh untuk cek kesehatan berkala dan pemenuhan logistik,” ujar kapolres.
”Sementara pendampingan psikologis kami berikan agar masyarakat tetap tenang. Sinergi bersama jajaran BPBD dan pemerintah desa akan terus diperkuat hingga situasi dinyatakan aman,” tandasnya. (rud/adi)
Editor : Adi Pras