RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar terus mempercepat transformasi digital dalam pelayanan publik.
Melalui penguatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), pemkab mendorong optimalisasi pembayaran pajak dan retribusi daerah menggunakan transaksi nontunai. Salah satunya via quick response code Indonesian standard (QRIS).
Hal itu terungkap dalam rakor Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah di Ruang Anthorium Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (14/9/2026).
Baca Juga: Petani di Masaran Sragen yang Tewas di Tangan Tetangganya Alami 10 Luka Tusuk
Dalam kesempatan itu, diluncurkan inovasi pembayaran pajak daerah berbasis QRIS dan aplikasi "SIIP Tenan" (Scan Instan Iuran Pajak, Tertib Elektronik Ning Aplikasi Non-tunai).
Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Karanganyar Pujiyanto menyampaikan, sosialisasi ETPD telah menyasar berbagai sektor krusial pelayanan publik.
Seperti kesehatan, pengelolaan sampah, hingga pedagang kaki lima. Ke depan, cakupan sosialisasi dan implementasi akan terus diperluas untuk mempercepat ekosistem digital di Bumi Intanpari.
Baca Juga: Sport Center Raden Mas Said Karanganyar Bakal Dipoles, Pemkab Siapkan Anggaran
”Hingga September 2026, total pembayaran pajak daerah telah menembus angka Rp 145,97 miliar dengan 24.266 transaksi. Sementara itu, pembayaran PBB P2 mencatatkan nominal Rp 18,50 miliar dari 169.465 transaksi,” jelas Pujiyanto, Senin (14/9/2026).
Pujiyanto menambahkan, realisasi Kartu Kredit Indonesia (KKI) Kabupaten Karanganyar hingga Agustus telah mencapai Rp 3,57 miliar, yang menempatkan Karanganyar di peringkat ketiga se-Jawa Tengah setelah Kabupaten Temanggung dan Kota Tegal.
”Kami juga menargetkan dalam lima tahun ke depan, ETPD Pendapatan pada pajak daerah dapat mencapai 100 persen digital. Begitu pula untuk sektor retribusi seperti penyewaan tanah dan bangunan, pemakaian laboratorium, hingga tempat khusus parkir,” paparnya.
Baca Juga: Tragis, Lansia di Gondang Sragen Meninggal Tertimpa Rumah Lapuknya yang Roboh
Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar Kurniadi Maulato menegaskan komitmen tinggi birokrasi Pemkab Karanganyar dalam mengawal kesuksesan digitalisasi daerah.
Menurutnya, pertemuan TP2DD (Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah) dan peluncuran aplikasi SIIP Tenan menjadi bagian penting dalam merespons tantangan akselerasi digital.
”Alhamdulillah, secara statistik pada tahun 2026 ini kita selalu mengalami peningkatan pemanfaatan digitalisasi daerah. Baik itu dari aspek pelayanan maupun pembayaran pajak dan retribusi. Ini menunjukkan komitmen tinggi Kepala Daerah dan birokrasi Pemkab Karanganyar,” ujar Kurniadi.
Baca Juga: Warga Jaten Karanganyar Masuk Daftar Penumpang Hilang Kontak Kapal Virgo Transport 8
Kurniadi menerangkan, penggunaan sistem transaksi non-tunai di Karanganyar telah mencapai angka di atas 95 persen.
Penerapan QRIS dan transaksi digital dinilai membawa banyak dampak positif, mulai dari kemudahan transaksi masyarakat hingga efisiensi pengelolaan keuangan daerah.
”Manfaat utamanya adalah meminimalisir potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan adanya digitalisasi. Selain itu, muaranya juga pada akuntabilitas, sehingga opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK atas LKPD Kabupaten Karanganyar dapat terus terjaga,” tandas sekda. (rud/adi)
Editor : Adi Pras