Para ilmuwan di University of California, menjelaskan bahwa saling membantu adalah sifat dasar makhluk sosial. Penelitian ini menyelidiki hubungan antara kurang tidur dan apakah manusia masih mau membantu satu sama lain.
Dipimpin oleh para ilmuwan UC Berkeley dan anggota Helen Wills Neuroscience Institute di UC Berkeley, Eti Ben Simon dan Matthew Walker, penelitian ini berkontribusi dan memajukan penelitian yang ada tentang efek berbahaya dari kurang tidur pada kesejahteraan fisik dan mental seseorang. Mereka juga melihat interaksi antara orang-orang dari seluruh bangsa, menurut Science Daily.
“Selama 20 tahun terakhir, kami telah menemukan hubungan yang sangat erat antara kesehatan tidur dan kesehatan mental kita,” kata Co-lead Matthew Walker, Direktur Center for Human Sleep Science dan profesor psikologi UC Berkeley.
“Tetapi penelitian ini menunjukkan bahwa kurang tidur tidak hanya merusak kesehatan individu, tetapi juga menurunkan interaksi sosial antar individu dan lebih jauh lagi merusak tatanan masyarakat manusia itu sendiri,” tambahnya.
Peneliti mulai melihat lebih banyak penelitian, di mana efek kurang tidur tidak hanya berhenti pada individu, tetapi menyebar ke orang-orang di sekitar kita. Jika Anda tidak cukup tidur, itu tidak hanya menyakiti kesejahteraan Anda sendiri, itu juga merusak kesejahteraan seluruh lingkaran sosial.
Studi Penelitian
Laporan tersebut terdiri dari tiga penelitian yang mengukur efek kurang tidur terhadap antusiasme orang untuk membantu orang lain. Studi pertama melibatkan pemindaian 24 peserta sehat menggunakan pencitraan resonansi magnetik fungsional (fMRI) saat mengambil bagian dalam kuesioner dan tugas kognisi sosial setelah malam ketika mereka tidur delapan jam dan kemudian setelah malam tidak tidur. Dan, hasilnya terbukti mereka yang kurang tidur kurang peka terhadap kehidupan sosial. Editor : Perdana Bayu Saputra