Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Ancaman Penyakit pada Lansia: Waspadai Pengapuran di Sendi  

Damianus Bram • Minggu, 13 November 2022 | 16:00 WIB
RUTIN BERGERAK: Salah seorang lansia di Desa Belangwetan, Kecamatan Klaten Utara beraktivitas jalan kaki di sekitar rumahnya. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
RUTIN BERGERAK: Salah seorang lansia di Desa Belangwetan, Kecamatan Klaten Utara beraktivitas jalan kaki di sekitar rumahnya. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Bertambahnya usia menjadikan fungsi organ tubuh seseorang tentu akan mengalami penurunan. Hal itulah yang sering kali dirasakan oleh lansia seperti nyeri pada bagian sendi. Pengapuran berdampak pada gerak tubuh, serta aktivitas lansia menjadi terhambat dibandingkan saat masih muda. Ini solusinya.

Permasalahan sendi pada lansia disebabkan oleh faktor degenerasi. Ini penurunan fungsi tubuh, baik dari jaringan, maupun organ yang muncul secara bertahap seiring waktu usia bertambah.

”Jadi memang pengapuran sendi ini didominasi karena faktor usia. Biasanya pada usia 65 tahun sudah mulai gejala degenerasi. Bahkan ada yang berusia 45 tahun sudah mengalaminya,” ucap Dokter Umum Puskesmas Karangdowo Harsono kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (11/11).

Lebih lanjut, Harsono mengungkapkan, ada sejumlah faktor lain yang mempengaruhinya. Seperti asupan kalori dan lemak yang berlebih. Termasuk kurang gerak atau terlalu banyak gerak sebelumnya.

Penyebab permasalahan sendi juga ditandai dengan osteoarthritis atau pengapuran yang sering terjadi pada bagian lutut. Cukup wajar, mengingat sendi lutut menjadi tempat tumpuan bagi berat badan seseorang.

Selain lutut, lansia juga banyak mengeluhkan pada bagian sendi panggul dan punggung. Rasa nyeri pada satu sisi sendi mengakibatkan sulit berjalan. Terlebih lagi saat akan bangun tidur. Hal ini tentu mengganggu aktivitas lansia dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat sendirian di dalam rumah.

”Pengapuran ini disebabkan oleh cairan sendi yang sudah mulai berkurang. Jadi cairan ini berfungsi melumasi tulang rawan atau kartilago di sendi. Ini menjadikan lama kelamaan kartilago menipis, dan mengakibatkan gesekan antar tulang pada sendi,” ucapnya.

Photo
Photo
Harsono, Dokter Umum Puskesmas Karangdowo

Gejala pengapuran ditandai dengan bagian sendi yang kaku dan bengkak. Apabila didiamkan begitu saja, tidak menutup kemungkinan akan semakin parah. Ketika mengalami gejala tersebut segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Dari hasil pemeriksaan akan diketahui pengapuran tergolong ringan, sedang, atau berat. Apabila masih ringan akan diberikan obat non steroid untuk meredakan nyeri. Apabila dikonsultasikan ke bagian fisioterapi akan dilakukan pengecekan pada penyakit dalam. Tetapi jika sudah berat perlu dilakukan pergantian sendi ke bagian ortopedi.

”Kalau tergolong berat sering ditemukan di usia 65 tahun ke atas. Sedangkan untuk yang ringan dan sedang biasanya pada usia 35 tahun ke atas. Dikarenakan cairan sendi sudah mulai berkurang,” ucapnya.

Pola hidup sehari-hari ternyata juga mempengaruhi kesehatan pada sendi. Salah satu faktornya adalah kurang gerak. Hal itu yang juga menyebabkan obesitas atau kelebihan berat badan. Olahraga menjadi solusi untuk mencegah pengapuran sendi seperti jalan kaki, jalan cepat maupun berenang.

”Untuk pencegahan lansia harus menghindari asupan gula dan lemak berlebihan untuk mengantisipasi obesitas. Disarankan juga mengonsumsi vitamin D pada beberapa jenis bahan makanan. Ditambah dengan bantuan paparan sinar matahari di pagi hari,” ucapnya.

Tak salahnya pula anak muda juga perlu mengantisipasi sejak dini agar tidak terkena pengapuran sendi. Seperti menghindari konsumsi alkohol dan menghindari stres. Munculnya stress dapat berpengaruh ke pengaturan hormonal seseorang.

Salah seorang lansia, Purwadi, 66, asal Desa Belangwetan, Kecamatan Klaten Utara mengungkapkan, jika dia tidak mengeluhkan nyeri pada bagian sendinya. Hanya saja dia terserang stroke, sehingga gerakan tubuh terutama di bagian kiri terbatas.

”Kalau yang saya rasakan tidak mengalami nyeri di bagian sendi, tetapi rutin berolahraga dengan gerakan ringan di rumah. Begitu juga jalan kaki di sekitar seputaran lingkungan rumah,” pungkasnya. (mg13/ren/nik) Editor : Damianus Bram
#nyeri sendi #Pengapuran Sendi #lansia #osteoarthritis #Permasalahan sendi