RADARSOLO.COM- Penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan suatu gangguan struktural dari jantung yang dibawa anak sejak lahir.
Temuan kasus PJB di Indonesia cukup banyak. Sekitar sembilan dari 1.000 anak lahir hidup dalam setahun memiliki PJB.
Dokter Afandi, spesialis jantung dan pembuluh darah RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri menjelaskan, 80 persen PJB belum diketahui penyebabnya secara pasti.
“Beberapa kasus yang diduga menjadi penyebab terjadinya PJB antara lain waktu hamil, ibu berusia lebih dari 40 tahun,” jelasnya.
Bisa pula disebabkan riwayat konsumsi obat -obatan yang bersifat merusak janin pada saat ibu hamil.
Berikutnya, infeksi pada saat kehamilan. Terutama pada saat tiga bulan pertama, dimana pada saat itu terjadi pembentukan dari organ jantung itu sendiri.
Adapun tanda dan gejala PJB yang paling sering ditemui yakni berat badan anak yang susah sekali naik atau berat badan yang kurang sesuai dengan usia.
“Bayi dengan PJB, dia kesulitan untuk menyusu akibat sesak, atau yang bisa kita lihat napasnya cepat saat menyusu,” terang Afandi.
Hal ini disebabkan akibat kurangnya pasokan oksigen pada saat bayi menyusu.
Selanjutnya, anak mudah terkena flu atau mudah sakit, dibandingkan dengan anak sebaya lainnya.
“Yang paling sering kelihatan adalah munculnya kebiruan pada ujung jari tangan atau ujung jari kaki atau pada bibir, terutama saat bayi menangi,” papar Afandi.
Bila orang tua menemukan gejala-gejala seperti itu, segera periksakan ke dokter anak atau dokter jantung terdekat untuk memastiak apakah anak tersebut memiliki PJB atau tidak.
Lebih lanjut diterangkan Afandi, jenis PJB Ada dua tipe, yaitu PJB biru dan PJB tidak biru. Biasanya, PJB biru memiliki gejala yang lebih terlihat dan lebih berat dibandingkan PJB yang tidak biru.
Contoh PJB biru, yang paling banyak adalah Tetralogy of Fallot (ToF), dimana bayi yang menderita ToF, sangat terlihat pada saat menangis. Tak jarang bayi akan terlihat biru di bibir dan ujung jarinya.
Sedangkan PJB tidak biru, yang paling banyak yakni Atrial Septal Defect (ASD), Ventricular Septal Defect (VSD) dan juga Patent Ductus Arteriosus (PDA).
PJB tidak biru terkadang tidak terlihat gejalanya pada saat usia balita, dan baru terdeteksi ketika pasien sudah beranjak dewasa.
Seperti mudah lelah, dan mudah ngos-ngosan dibandingkan teman sebayanya.
Afandi berpesan, ketika orang tua menemukan tanda-tanda di atas pada buah hatinya, jangan ragu segera memeriksakan ke dokter.
Selanjutnya akan dilakukan tindakan rekam jantung, rontgen, dan juga ekokardiografi atau USG jantung agar PJB dapat segera dideteksi dan diatasi secara dini. (*/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono