RADARSOLO.COM - Sariawan, meski hanya luka kecil di mulut, bibir atau lidah, namun kemunculannya sangat mengganggu.
Anda akan merasa tidak nyaman saat berbicara. Apalagi saat makan, luka sariawan akan makin terasa sakitnya.
Dalam kondisi tertentu, sariawan juga membuat hilang nafsu makan.
Penyebab sariawan sendiri ada beragam faktor. Bisa karena cedera atau ketidaksengajaan dalam menggigit bagian dalam pipi.
Selain itu, selama ini banyak juga yang beranggapan bahwa sariawan disebabkan kurang konsumsi vitamin C.
Anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Sebab, faktanya vitamin C berguna untuk menjaga daya tahan tubuh.
Di luar itu, ternyata ada sejumlah kebiasaan yang kerap kita lakukan selama ini, yang tanpa disadari bisa memicu munculnya sariawan.
Termasuk dalam kondisi puasa, di mana makan dan minum yang terbatas, bisa membuat jaringan halus lapisan mulut (selaput lendir) terkikis.
Kebiasaan yang Bisa Sebabkan Sariawan
Umumnya, sariawan tidak berbahaya. Sariawan akan sembuh sendiri dalam 10 hingga 14 hari.
Namun, jika dalam 14 hari tak membaik, Anda perlu menghubungi dokter.
Berikut kebiasaan yang bisa menjadi penyebab munculnya sariawan, dilansir dari halodoc:
1. Kebiasaan menggigit bibir
Kebiasaan menggigit bibir bisa menyebabkan gesekan berlebihan dan trauma pada jaringan di area tersebut. Akhirnya, bibir jadi lecet dan muncul sariawan.
Kebiasaan ini biasanya timbul akibat rasa gugup dan cemas yang sedang dialami.
Untuk itu, cobalah untuk rileks saat merasa cemas berlebihan.
Serta mengalihkannya dengan melakukan aktivitas lain.
2. Sering minum kopi
Kopi mengandung asam salisilat dalam jumlah tinggi, yang dapat mengiritasi gusi, pipi, dan lidah.
Hal ini bisa menyebabkan sariawan.
Selain itu, di bula puasa Ramadhan sebenarnya dianjurkan untuk tak minum kopi.
Sebab, minuman ini mengandung kafein yang dapat merangsang produksi urin lebih banyak.
Sehingga akan lebih rentan mengalami dehidrasi, bahkan memperparah sariawan.
3. Konsumsi makanan asam
Menyantap makanan asam manis memang sangat menyegarkan. Terlabih saat buka puasa.
Meski kaya vitamin C dan dapat mendukung sistem kekebalan tubuh, ternyata makanan asam termasuk buah asam dapat mengiritasi jaringan lunak di dalam mulut.
Kandungan itu bisa menyebabkan atau memperburuk sariawan yang sudah muncul.
4. Konsumsi makanan pedas
Makanan yang mengandung cabai dan bumbu pedas lain dapat mengiritasi jaringan lunak di mulut.
Untuk itu, sebaiknya hindari makanan pedas sata mengalami atau rentan terkena sariawan.
5. Jarang konsumsi vitamin B12
Saat tubuh kekurangan vitamin B12, biasanya ditandai dengan bola mata bagian putih berubah jadi kuning.
Nah, kurangnya asupan vitamin B12 ini juga bisa jadi penyebab munculnya sariawan. Terutama terjadi pada anak-anak. bisa mengonsumsi beberapa makanan dengan kandungan vitamin B12.
Sejumlah makanan yang mengandung B12, di antaranya:
- Kerang.
- Kepiting.
- Ikan salmon.
- Ikan tuna.
- Daging sapi.
- Ikan sarden.
- Susu.
- Yoghurt.
Faktor Risiko Lain yang Memicu Sariawan
Selain kebiasaan-kebiasaan yang telah disebutkan tersebut, masih ada sejumlah faktor lain yang dapat memicu perkembangan penyakit sariawan selama, teruatam di bulan puasa.
Beberapa faktor pemicu, di antaranya:
- Tingkat stres atau kecemasan emosional yang tinggi.
- Menggunakan behel atau kawat gigi.
- Kebersihan mulut yang tidak terjaga dengan baik.
- Kekurangan asupan seng, asam folat, atau zat besi.
- Defisiensi imun.
- Penyakit dan kondisi medis tertentu.
- Perubahan hormon.
- Menggunakan produk kebersihan mulut yang mengandung bahan sodium lauryl sulfate.
- Memiliki riwayat keluarga dengan kondisi yang sama.