RADARSOLO.COM - Ingin mendapatkan sumber omega 3 yang baik bagi kesehatan, maka ikan kembung bisa jadi pilihan paling tepat.
Kandungan omega 3 pada ikan kembung bahkan lebih tinggi dibanding salmon.
Fakta ini tentu menjadi angin segar bagi ibu-ibu yang selama ini mungkin merasa kesulitan mendapatkan ikan laut segar, seperti salmon, demi memperoleh sumber omega 3.
Selain omega 3, ikan lemak juga kaya kandungan nutrisi lain yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Manfaat Ikan Kembung untuk Kesehatan
Mendapatkan ikan kembung tentu tak sesulit ikan laut, seperti salmon. Harganya pun lebih murah dibanding salmon.
Namun demikian, beragam manfaatnya untuk kesehatan tubuh tak kalah dengan ikan laut, seperti salmon.
Berikut beragam manfaat ikan kembung, dilansir dari halodoc:
1. Jaga kesehatan jantung
Ikan kembung yang kaya asam lemak omega 3 membantu menjaga kesehatan jantung.
Kandungan lemak tak jenuh pada ikan ini mampu turunkan risiko komplikasi penyakit jantung, seperti stroke, serangan jantung, dan aterosklerosis.
2. Cegah anemia
Ikan kembung juga sangat baik dikonsumsi bagi seseorang yang sering mengalami gejala anemia, seperti kelelahan, lemas, gangguan penglihatan, dan pusing.
Ini karena kandungan vitamin B12 dan zat besi yang ada pada ikan kembung, mampu mencegah anemia.
3. Meningkatkan kekuatan tulang
Kandungan vitamin D dalam ikan kembung yang cukup tinggi.
Dengan mencukup kebutuhan vitamin D ini, tubuh akan menyerap kalsium dan fosfor yang baik untuk menjaga kesehatan tulang.
4. Bantu turunkan berat badan
Ikan kembung sangat cocok dikonsumsi bagi yang ingin turunkan berat badan.
Kandungan lemak dan protein pada ikan ini mampu mengontrol dan menurunkan kadar ghrelin dalam tubuh.
Ghrelin merupakan salah satu hormon yang memicu rasa lapar.
Dengan mengonsumsi ikan kembung, maka hormon ghrelin bisa dikontrol dengan baik.
Sehingga Anda pun bisa mengontrol keinginan untuk makan berlebih.
5. Turunkan risiko diabetes tipe 2
Dengan rutin mengonsumsi ikan kembung disertai gaya hidup yang sehat, akan membantu turunkan risiko diabetes tipe 2. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria