RADARSOLO.COM - Setelah pemotongan dan pembagian daging kurban pada Hari Raya Idul Adha, masyarakat pun mulai mengolah daging kambing maupun daging sapi dalam berbagai resep.
Ada yang membuat sate, gulai, tongseng, rendang, dan lainnya. Menikmati berbagai olahan aging kambing dan daging sapi Bersama keluarga pun menjadi lebih menyenangkan.
Namun, bagaimana dengan kelompok orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu, seperti hipertensi atau darah tinggi dan kolesterol tinggi? Bolehkah ikut menikmati daging kambing?
Daging kambing sesungguhnya memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk tubuh.
Dalam 100 gram kambing, setidaknya ada sekitar 150 kalori, 27 gram protein, serta 15 gram lemak. Jenis makanan ini juga kaya akan kandungan kalium, vitamin B12, zat besi, magnesium, selenium, serta omega-3.
Mitos terkait konsumsi daging kambing, seperti memicu hipertensi pun sudah banyak yang membantahnya melalui berbagai penelitian.
Namun demikian, masih banyak orang yang tak cukup berani menikmati daging kambing.
Selain takut bisa memicu hipertensi, kekhawatiran lainya adalah naiknya kadar kolesterol jahat di dalam tubuh.
Ya, di balik beragam kandungan nutrisi baiknya, daging kambing merupakan sumber lemak jenuh.
Jika dikonsumsi secara berlebihan dan dengan cara pengolahan yang tidak tepat, daging kambing bisa meningkatkan risiko penyakit kolesterol tinggi.
Tips Tetap Aman dan Sehat Konsumsi Daging Kambing
Meski daging kambing kaya kandungan nutrisi, namun juga merupakan sumber lemak jenuh.
Makanan ini juga bisa meningkatkan risiko naiknya kadar kolesterol di dalam darah.
Oleh karena itu, boleh saja mengkonsumsi daging kambing. Namun perhatikan sungguh-sungguh porsinya. Batasi jumlah asupan atau konsumsi daging.
Selain itu, yang tak penting diperhatiakn adalah cara mengolah dan memasak daging kambing.
Berikut tips aman dan sehat konsumsi daging kambing, dilansir dari halodoc:
1. Porsi pas dan tak berlebihan
Konsumsi daging kambing dengan porsi yang pas.
Sbab, berlebihan mengonsumsi makanan ini bisa meningkatkan kadar kolesterol di dalam darah.
Caranya, konsumsi daging kambing atau daging merah lainnya sebanyak 1-2 porsi dalam seminggu.
Pastikan juga untuk memilih daging yang segar dan bersih.
2. Perhatikan perbandingan nutrisi
Daging kambing mengandung banyak nutrisi baik bagi tubuh.
Namun, bukan berarti Anda berlebihan dalam mengkonsumsinya.
Agar tubuh tetap nyaman dan tidak memicu penyakit, penting untuk mengetahui perbandingan nutrisi makanan sehingga tidak dikonsumsi secara berlebihan.
Dalam 100 gram daging kambing matang terdapat 75 mg kolesterol.
Namun, jumlah ini cenderung lebih sedikit dibandingkan dada ayam (85 mg kolesterol) dan daging sapi sirloin (90 mg kolesterol).
3. Mengolah daging kambing secara tepat
Selain porsi, hal yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah cara mengolah daging kambing.
Sebab, dengan cara mengolah yang kurang tepat, justru hal inilah yang dapat memicu masalah kesehatan.
Jangan menggoreng kambing, sebab proses masak ini bisa menambahkan kadar lemak pada daging.
Sebagai gantinya, cobalah untuk mengolah daging dengan cara dibakar, dipanggang, disate, atau dibuat sop.
Selain itu, pastikan untuk membuang lemak pada daging sebelum mengolahnya.
4. Lengkapi dengan sayuran
Agar kolesterol tak naik, tips konsumsi daging kambing selanjutnya adalah lengkapi dengan sayuran dan buah.
Mengimbangi konsumsi daging kambing dengan sayur dan buah juga akan menjaga pencernaan Anda tetap sehat dan lancar. Serta membantu penyerapan kolesterol dari daging. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria