RADARSOLO.COM - Viral jajanan asal China, Latiao, sebabkan kejadian luar biasa keracunan pangan (KLBPK) di sejumlah daerah di Indonesia, telah ditindaklanjuti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
BPOM juga telah melakukan pemeriksaan laboratorium sejumlah varian Latiao, guna mengetahuai adanya indikasi kontaminasi bakteri Bacillus cereus pada jajanan viral tersebut.
Hasil pemeriksaan lab, ada varian Latiao yang dinyatakan positif terkontaminasi bakteri Bacillus cereus.
Adapun empoat varian Latiao itu, yakni:
1. KK Boy Latiao
2. Lianggui Latiao
3. C&j Candy Joy Latiao
4. Luvmi Hot Spicy Latiao
Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan, bagi yang bepergian dari luar negeri dan membawa Latiao, sebaiknya tidak nekat untuk dikonsumsi.
"Kalau bawa tentengan dari luar negeri, jajanan camilan Latiao, dibuang saja, jangan dimakan. Sebab, bila dimakan masih ada risiko," ujar Taruna.
Risiko yang dimaksud Taruna yakni kejadian luar biasa keracunan pangan di 7 jdaerah di Indonesia.
"Pertama terjadi di Lampung, kemudian Sukabumi, Wonosobo, Tangerang Selatan, Bandung Barat, Pamekasan. Terakhir di Riau," ungkap Taruna.
Para korban keracunan Latiao, yang rata-rata pelajar mengalami gejala seperti mual, muntah, dan sakit perut.
Sementara itu, spesialis gizi dr Raissa E Djuanda, MGizi, SpGK, AIFO-K, FINEM menuturkan, kontaminasi bakteri pada makanan bisa datang dari mana saja.
Taerutama pada lingkungan penanganan makanan yang tidak higienis.
Bakteri Bacillus cereus bisa berasal dari tanah, debu, udara, peralatan, atau bahan baku makanan yang tak diproses atau disimpan secara benar.
Namun demikian, dr Raissa menjelaskan, tak semua paparan bakteri menyebabkan infeksi.
"Infeksi dapat terjadi jika kondisi kekebalan tubuh seseorang melemah. Atau jika jumlah bakteri yang masuk tubuh terlalu banyak," tandas dia. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria