Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Angka Imunisasi Di Solo Versi Pusdatin Tinggi, Tapi Data Provinsi Malah Terendah

Alfida Nurcholisah • Rabu, 3 Juni 2026 | 17:35 WIB
Seminar bertajuk “Peningkatan Kapasitas Lintas Sektor Tekan Zero Dose Imunisasi” di Swiss-Belhotel Solo, Rabu (3/6). (Alfida Nurcholisah/Radar Solo)
Seminar bertajuk “Peningkatan Kapasitas Lintas Sektor Tekan Zero Dose Imunisasi” di Swiss-Belhotel Solo, Rabu (3/6). (Alfida Nurcholisah/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Di Kota Solo masih ditemukan anak belum pernah mendapatkan imunisasi dasar lengkap (zero dose).

Kondisi ini menjadi perhatian serius, karena berpotensi menurunkan kekebalan kelompok atau herd immunity.

Selain itu, juga meningkatkan risiko penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).

Menekan zero dose, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo dan Tim Puslitkes LPPM Universitas Diponegoro (Undip) semarang menggelar seminar di Swiss-Belhotel Solo, Rabu (3/6).

Baca Juga: Krisis Perawat Global, AI Tak Bisa Gantikan Empati

Seminar bertajuk “Peningkatan Kapasitas Lintas Sektor Tekan Zero Dose Imunisasi” ini menghadirkan Tim Puslitkes LPPM Undip Novia Handayani.

“Masih banyak masyarakat merasa belum butuh imunisasi untuk anak-anaknya. Karena itu diperlukan keterlibatan berbagai sektor untuk membangun pemahaman, bahwa imunisasi merupakan kebutuhan dasar bagi anak,” tegasnya.

Novia menjelaskan, berbagai informasi yang beredar di masyarakat kerap menimbulkan ketakutan terhadap imunisasi.

Baca Juga: Perayaan HUT ke-9, Pembukaan JCI x Indriati Health Fest 2026 Diramaikan 350 Peserta

“Seringnya masyarakat hanya melihat satu kasus. Padahal ada ribuan anak justru terlindungi dan tumbuh sehat karena imunisasi,” imbuhnya.

Ahli Governasi Publik Fisip Undip Amni Zarkasyi menambahkan, capaian imunisasi di Solo sangat baik berdasarkan Pusdatin, yaitu 96,95 persen.

Ini berbanding terbalik dengan data riil daerah, yang menunjukkan Solo masih di posisi terendah dengan 68,50 persen.

“Ini menjadi alarm untuk segera melakukan kolaborasi antarsektor dan sweeping anak zero dose,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala DKK Solo Retno Erawati Wulandari mengaku masih ditemukan anak zero dose saat pantauan di sejumlah puskesmas.

Ada beberapa faktor penyebab, antara lain keyakinan tertentu yang menolak imunisasi. Termasuk kekhawatiran orang tua terhadap efek samping vaksin.

“Kasusnya memang tidak tinggi, tetapi tidak bisa dibiarkan. Jika zero dose terus bertambah, maka kekebalan komunitas menurun. Risiko penularan penyakit lebih besar,” jelasnya.

Baca Juga: Gen Z Rentan Stres dan Kecemasan, RS Dr OEN Kandang Sapi Solo Gelar Seminar Kesehatan Mental

Retno menegaskan, PD3I seperti polio, tuberkulosis (TBC), batuk rejan (pertusis), hingga campak sebenarnya dapat dicegah melalui pemberian imunisasi lengkap.

"Anak yang tidak mendapatkan imunisasi memiliki risiko mengalami gejala lebih berat ketika terpapar penyakit tersebut. Kalau sudah mendapat imunisasi, biasanya gejalanya tidak terlalu berat sehingga risiko kematian juga jauh lebih rendah," katanya.

Ia juga mengungkapkan, Kota Solo sempat menemukan kasus PD3I campak yang berasal dari pendatang dari Aceh.

Namun setelah pihaknya melakukan penyelidikan epidemiologi, kasus tersebut tidak memiliki keterkaitan penularan dengan lingkungan sekitar.

Baca Juga: Tips Menjaga Tubuh Tetap Sehat saat Cuaca Panas

"Setelah kita lakukan penyelidikan epidemologi, ini ternyata tidak ada kaitan secara epidemiologis dengan saudara ataupun lingkungannya. Sehingga kasus ini bisa kami lokalisir dan tidak menjadi kasus KLB di Kota Solo," bebernya.

Retno berharap seluruh pemangku kepentingan, mulai dari tenaga kesehatan, akademisi, tokoh masyarakat hingga pemerintah daerah, dapat berkolaborasi memberikan edukasi yang benar mengenai imunisasi.

"Kita berharap semua stakeholder bisa bergerak bersama-sama untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, sehingga tingkat kesadaran masyarakat semakin tinggi untuk melakukan imunisasi supaya angka zero dose ini bisa kita tekan," pungkasnya. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
#zero dose #dinas kesehatan kota solo #imunisasi #solo