“Sebelum acara inti ada sambutan dulu terus masuk ke acara inti. Tetapi baru berjalan sekitar 15 menit lalu ada kejadian angin kencang. Sebenarnya sudah kelihatan mendung disertai angin dan tak lama kemudian hujan deras turun,” jelas salah satu jamaah, Wiji Astuti, 40, warga Desa Bendosari, Kecamatan Trucuk melalui sambungan telepon, Jumat (13/12).
Lebih lanjut, Wiji menceritakan saat angin kencang itu datang tiba-tiba seketika tenda pengajian di bagian tengah roboh. Hal ini membuat jamaah berhamburan keluar dari tenda untuk menyelamatkan diri. Tetapi masih ada jamaah yang masih bertahan berteduh di bawah tenda.
“Saya beserta teman-teman langsung keluar tenda dengan posisi masih hujan deras. Keluar menuju mobil yang kami tumpangi. Saat sampai di mobil itu saya melihat ke arah lapangan ternyata tenda sudah roboh total. Saat itu jamaah memang sudah banyak yang keluar dari tenda,” cerita Wiji.
Camat Cawas Sofan membenarkan jika cuaca ekstrem menimpa wilayahnya. Bahkan hujan turun tidak sekadar air, tetapi es berukuran kecil. “Saat angin kencang dan hujan deras datang itu baru tausiyah sesi pertama berlangsung 15 menit, lalu langsung berhenti. Para jamaah sebagian berteduh di sekitar sekolah dan lokasi lainnya. Sempat ada dua orang lanjut usia begitu syok atas kejadian itu, tetapi sudah ditangani dan sudah pulih,” ucapnya.
Usai kejadian kondisi jamaah kondusif. Mereka langsung menuju ke moda transportasi masing-masing. Evakuasi terhadap tenda pun langsung dilakukan. Mengerahkan sejumlah relawan dari berbagai unsure serta pihak aparat keamanan.
“Kalau secara umum di Kecamatan Cawas akibat angin kencang ini banyak pohon tumbang tetapi sudah teratasi. Termasuk genteng dari rumah warga yang bertebangan juga telah ditangani. Tetapi memang khusus angin kencang cukup berdampak di wilayah Desa Gombang,” ucapnya. (ren/bun/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra