Di Kota Lumpia, Sri Mulyani dicecar sejumlah kuesioner hingga sesi wawancara. Selain Sri Mulyani, juga ada Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Bupati Kendal Mirna Annisa. Termasuk Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina.
“Sempat ditanya, kira-kira pilih siapa wakilnya? Tapi saya tidak sebut nama. Siapa pun wakilnya, baik internal maupun eksternal, saya siap,” tegas Sri Mulyani, kemarin (23/12).
Sri Mulyani juga ditanya alasan mendaftar lewat PDIP. Dia dengan tegas menjawab karena seorang kader partai banteng moncong putih. “PDIP itu partai keren dan hebat. Maka saya memilih mendaftar melalui PDIP,” ucapnya.
Dalam kuesioner, mengemuka dukungan masyarakat terhadap dirinya. Dia mengaku elektabilitas dan popularitas maju menghadapi Pilkada 2020 mendatang lumayan bagus. Namun enggan menyebut persentasenya.
“Saya juga ditanya mengapa mencalonkan diri sebagai bupati? Karena ini merupakan sebuah pengabdian untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Klaten sendiri,” bebernya.
Terpisah, Nanik Herawati saat uji kepatutan memaparkan program pengembangan perekonomian. Mulai dari level mikro hingga industri skala besar. Meliputi bidang produksi, jasa, dan pariwisata. Termasuk menghadirkan pemerintahan yang transparan, jujur, dan bersih.
Sedangkan Ida Hartono menjanjikan program menarik di sektor industri dan UMKM. Lewat pengembangan, promosi, serta memberi pelatihan kepada para pelaku usaha. Mengembangkan perekonomian kerakyatan berbasis potensi lokal. (ren/fer) Editor : Perdana Bayu Saputra