Ketua KPU Klaten Kartika Sari Handayani mengatakan, kotak suara mulai didistribusikan di 16 kecamatan pada Minggu (6/12). “Pendistribusian kotak suara ini akan kami lakukan sampai besok Senin, 7 Desember,” jelas Kartika.
Kartika mengatakan, logistik akan bergeser dari panitia pemilihan kecamatan (PPK) ke panitia pemungutan suara (PPS). Selanjutnya pada Selasa (8/12) ditargetkan sampai ke tempat pemungutan suara (TPS). Dalam proses pergeseran logistik itu dilakukan penjagaan ketat oleh aparat keamanan.
“Hari ini (kemarin) kami juga telah koordinasi dengan divisi teknis penyelenggara pilkada bersama sekretaris untuk pelaksanaan pemungutan suara di Balerante, Kecamatan Kemalang. Khususnya di daerah bahaya erupsi Merapi. Kami tetap siapkan sejumlah skenario untuk pelaksanaannya,” jelas Kartika.
Koordinasi itu perlu dilakukan karena Gunung Merapi sewaktu-waktu bisa erupsi. Termasuk pada saat pencoblosan 9 Desember nanti. Sehingga dibutuhkan berbagai skenario dan persiapan matang. Termasuk potensi dilakukan pemungutan suara di tempat evakuasi sementara (TES) maupun tempat evakuasi akhir (TEA).
“Untuk surat suara yang rusak ada 400 buah karena sobek. Tapi langsung diganti. Maka kami berani melakukan distribusi logistik pemilu karena sortir dan pelipatan surat suara sudah selesai,” jelasnya.
Sementara itu, pada masa tenang ini, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Klaten telah melayangkan surat ke Pemkab Klaten untuk mengimbau tidak menggunakan program yang bisa memunculkan citra diri sampai dengan pencoblosan. Mengingat, Bupati Klaten Sri Mulyani juga menjadi pasangan calon (paslon) dalam pilkada.
“Mulai nanti malam kami lakukan patroli pengawasan dengan pihak kepolisian. Dalam patroli ini kami fokus jangan sampai ada yang kampanye di hari tenang. Mencegah politik uang dan ancaman dari massa calon pemilih dan sebagainya,” tegas Ketua Bawaslu Klaten Arif Fatkhurrokhman. (ren/bun/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra