Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Satgas Covid Klaten Waspadai Ledakan Kasus: Keterisian Bed 88 Persen

Perdana Bayu Saputra • Rabu, 16 Juni 2021 | 03:45 WIB
TAMBAH BED: RSD Bagas Waras Klaten yang menjadi salah satu rumah sakit rujukan penanganan pasien Covid-19 tambah bed. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
TAMBAH BED: RSD Bagas Waras Klaten yang menjadi salah satu rumah sakit rujukan penanganan pasien Covid-19 tambah bed. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
KLATEN – Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten berencana menambah 93 bed seiring meningkatnya kasus positif, beberapa hari terakhir. Saat ini, tingkat keterisian tempat tidur khusus pasien Covid-19 di Klaten menjadi yang tertinggi, sejak ditetapkan status kejadian luar biasa (KLB) April 2020 silam.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten per Selasa (15/6) pukul 09.00, bed occupancy rate (BOR) sudah mencapai 88,69 persen. Tersebar di 12 rumah sakit rujukan pasien Covid-19 dengan fasilitas 330 bed. Tetapi saat ini ketersediaan bed semakin menipis.

”Semua pemakaian BOR sekarang yang tertinggi selama ini di Klaten. Semua melonjak. Ini posisi paling tinggi,” ucap Tim Ahli Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten Ronny Roekmito, Selasa (15/6).

Ronny menambahkan, menipisnya tempat tidur telah ditindaklanjuti dengan rencana penambahan bed di 12 rumah sakit rujukan Covid-19. Total akan ditambah 93 bed bagi pasien Covid-19 yang memiliki gejala, sehingga diperlukan penanganan medis. Hal ini sudah disepakati oleh dinas kesehatan (dinkes) dan pihak rumah sakit dalam rakor sebelumnya.

Terkait kemungkinan mendirikan rumah sakit darurat, Ronny menjelaskan, hal itu sudah pernah dibahas saat awal pandemi Covid-19. Yakni untuk kontigensi ketika terjadi ledakan, maka akan menjadikan rumah sakit milik pemerintah khusus menangangi pasien Covid-19. Ada dua opsi, yakni RSD Bagas Waras dan RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten.

”Sementara ini kalau terjadi ledakan untuk RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten akan menambah satu bangsal lagi. Tentunya kapasitas bangsal cukup besar,” ucapnya.

Koordinator Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten Cahyono Widodo menambahkan, terdapat penambahan 28 pasien positif Covid-19, hari ini (15/6). Sementara itu, ada dua pasien yang meninggal dunia.

Terkait penambahan tersebut, 10 kasus di antaranya terpapar saat beraktivitas sehari-hari di Klaten, tujuh orang lainnya saat berada di luar daerah. Sementara lainnya merupakan kontak erat dari kasus terkonfirmasi sebelumnya.

”Pada hari yang sama terdapat 43 pasien yang dinyatakan sembuh. Dengan demikian, jumlah kumulatif Covid-19 di Klaten menjadi 9.922 kasus. Dari jumlah itu, 8.586 orang telah dinyatakan sembuh dan 633 orang meninggal dunia. Sedangkan 703 orang masih menjalani perawatan dan isolasi mandiri di rumah masing-masing,” ucapnya.

"Satgas kembali menekankan kepada masyarakat untuk lebih disiplin menaati protokol kesehatan (prokes). Mulai dari menggunakan masker dengan baik, menjaga jarak, menghindari kerumunan serta mengurangi mobilitas serta mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir,” imbuh Cahyono. (ren/adi/ria)

Antisipasi Ledakan Kasus:

• Total Bed Khusus Covid-19 330 Bed

• Tersebar di 12 Rumah Sakit

• Tingkat Keterisian Mencapai 88,69 Persen

• Rencana Tambah 93 Bed

• Opsi Rumah Sakit Darurat RSD Bagas Waras dan RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten Editor : Perdana Bayu Saputra
#covid-19 klaten #waspada ledakan kasus covid-19 #keterisian bed pasien covid-19