Sekadar informasi, Dusun Girpasang menjadi salah satu kampung terpencil di lereng Gunung Merapi. Akses jalan sebelumnya berupa ribuan anak tangga dengan menyusuri jurang sedalam 150 meter. Hingga akhirnya kini moncer sebagai destinasi wisata dengan ikon barunya berupa gondola.
Hadirnya jembatan gantung ini nantinya menjadi pilihan akses bagi warga setempat yang menghubungkan Dusun Ringin. Termasuk bisa mengangkat geliat wisata di kampung yang jaraknya hanya 4 Km dari puncak Merapi tersebut.
”Jembatan gantung ini nantinya berkonstruksi besi dan beton. Memiliki lebar sekitar 210 centimeter dengan bentangan 150 meter. Sedangkan kedalaman jembatan gantung ke dasar jurang sekitar lebih dari 150 meter,” beber Kepala Desa Tegalmulyo Sutarno.
Sutarno menjelaskan, anggaran pembangunan jembatan gantung itu dari APBN, tetapi dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Besarannya sekitar Rp 3,1 miliar. Pembangunan ditargetkan selesai 19 Desember mendatang. Nantinya apabila jembatan sudah selesai dibangun hanya diperkenankan bagi pejalan kaki.
”Sebenarnya jembatan gantung ini sudah kami usulkan sejak 2018 lalu. Tetapi pada 2019 yang katanya terealisasi,ternyata tertunda. Saat itu kami sudah harap-harap cemas hingga akhirnya pada 2020 ada informasi tetap terealisasi pada tahun ini,” ucapnya.
Bupati Klaten Sri Mulyani mengungkapkan, jembatan gantung yang hendak dibangun itu merupakan hasil perjuangan bersama seluruh pihak. Hingga akhirnya bisa teralisasi tahun ini.
”Semoga dalam pembagunannya dilancarkan dan harapannya bisa memberikan manfaat kepada warga Girpasang dan Kemalang. Adanya fasilitas ini menjadikan wisata semakin diminati. Serta bisa meningkatkan perekonomian masyarakat setempat,” ucapnya.
Mulyani juga berharap dengan hadirnya jembatan gantung menjadikan destinasi wisata di Girpasang berkembang pesat. Apalagi saat ini sudah direspons oleh pelaku wisata dengan kehadiran sejumlah kafe di sekitar Girpasang. (ren/adi) Editor : Syahaamah Fikria