Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Sungai di Desa Ngreden Mendadak Berwarna Merah Pekat, Kok Bisa?

Damianus Bram • Jumat, 17 September 2021 | 03:29 WIB
FOTO KIRI: Sungai yang melintasi Desa Ngreden, Kecamatan Wonosari yang mendadak berwarna merah pekat. FOTO KANAN: Warga saat menunjukan sungai yang membelah wilayah perkampungan di Desa Ngreden, Kecamatan Wonosari yang sempat mendadak berwarna merah pekat
FOTO KIRI: Sungai yang melintasi Desa Ngreden, Kecamatan Wonosari yang mendadak berwarna merah pekat. FOTO KANAN: Warga saat menunjukan sungai yang membelah wilayah perkampungan di Desa Ngreden, Kecamatan Wonosari yang sempat mendadak berwarna merah pekat
KLATEN - Pada Kamis (16/9) sore beredar sebuah video yang viral memperlihatkan sungai di Desa Ngreden, Kecamatan Wonosari berwarna merah pekat di media sosial. Padahal sungai tersebut melintasi wilayah perkampungan desa setempat serta dimanfaatkan sebagai irigasi lahan pertanian.

Jawa Pos Radar Solo, mencoba menuju ke lokasi sungai dari video yang dimaksud tersebut. Sampai di lokasi ternyata air pada sungai tersebut sudah tidak merah pekat lagi. Tetapi justru berwarna kecoklatan.

Dari informasi yang dihimpun, kejadian sungai di Desa Ngreden mendadak berwarna merah pekat itu terjadi pada Kamis (16/9) siang sekitar Pukul 13.00 WIB. Salah satu warga Desa Ngreden, Wiyadi, 54, mengaku sempat melihat sungai yang mengalir di perkampungan warga itu berwarna merah pekat.

“Saya sempat takut kok berwarna merah, padahal biasanya airnya jernih. Ya ada sekitar 15 menit lah sungai berwarna merah pekat itu. Ini baru pertama kali terjadi,” jelas Wiyadi saat ditemui Jawa Pos Radar Solo di lokasi.

Lebih lanjut, Wiyadi mengungkapkan, jika dirinya tidak berani untuk memegang air sungai berwarna merah tersebut. Begitu juga warga lainnya yang sempat melihat peristiwa tersebut. Meski demikian, saat air sungai berwarna merah pekat tidak ada bau yang menyengat.

“Saya kira tadi limbah, mungkin dari cucian kain atau plastik rosok. Kalau di Desa Ngreden sendiri tidak ada pabrik sama sekali,” ucapnya.

Pihaknya pun langsung melaporkan peristiwa itu kepada Kepala Desa (Kades) Ngreden untuk segera diusut. Ia mengkhawatirkan dampaknya yang akan dirasakan para petani karena mengandalkan sungai tersebut untuk mengairi sawahnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Ngreden, Sunarto mengaku sudah menerima laporan dari warganya terkait sungai yang mendadak berwarna merah pekat. Ia memastikan kejadian itu baru pertama kalinya.

“Tadi pagi saja tidak berwarna merah pekat seperti itu. Ini baru pertama kali terjadi. Mungkin ada home industri di bagian hulu yang mencuci di sungai sehingga menjadikan sungai berwarna merah,” ucap Sunarto.

Atas peristiwa tersebut, pihaknya segera akan melakukan koordinasi dengan kades yang wilayahnya dilintasi sungai tersebut. Untuk mengetahui penyebab sungai mendadak berwarna merah pekat. Dikhawatirkan apabila warna merah itu dari bahan kimia bisa merugikan para petani yang menggantungkan pengairan dari sungai tersebut.

“Kalau di Desa Ngreden sendiri aja ada sekitar 110 hektar lahan pertanian yang menggunakan sungai tersebut untuk pengairannya. Belum lagi desa-desa lainnya yang juga menggantungkan dari sungai tersebut untuk pengairan seperti Desa Jelobo hingga Desa Carikan, Kecamatan Juwiring,” ucapnya.

Camat Wonosari Muh Nur Rosyid juga sudah mendapatkan laporan dari Pemdes Ngreden terkait sungai yang tiba-tiba berwarna merah pekat tersebut. Dari informasi yang dihimpunnya jika setiap harinya ada mobil box yang mencuci plastik di sungai di sekitar Puskesmas Desa Bulan, Kecamatan Wonosari. Kebetulan wilayah Desa Bulan dan Desa Ngreden sendiri merupakan tetangga desa. (ren/dam) Editor : Damianus Bram
#Camat Wonosari #Sungai di Desa Ngreden #Sungai di Desa Ngreden Berubah Warna #Sungai Mendadak Berwarna Merah #Sungai di Desa Ngreden Berubah Warna Merah