Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Disparbudpora Klaten Pasang Papan Informasi di 10 Cagar Budaya

Damianus Bram • Kamis, 30 September 2021 | 15:15 WIB
TETENGER: Kegiatan papanisasi di Masjid Majasem, Pakahan, Kecamatan Jogonalan. (ANGGA PURENDRA/RADAR SOLO)
TETENGER: Kegiatan papanisasi di Masjid Majasem, Pakahan, Kecamatan Jogonalan. (ANGGA PURENDRA/RADAR SOLO)
KLATEN – Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten melakukan papanisasi terhadap 10 cagar budaya di Klaten. Pemasangan papan informasi sebagai bentuk perlindungan sekaligus mengedukasi masyarakat sekitar.

”Kegiatan papanisasi pada cagar budaya ini karena belum ada penanda pengenalnya maupun petunjuk arahnya. Ini bagian untuk mengedukasi sekaligus sosialisasi pada masyarakat jika di wilayahnya terdapat cagar budaya yang harus dilindungi,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disparbudpora Klaten, Yuli Budi Susilowati, Rabu (29/9).

Lebih lanjut, perempuan yang dipanggil Susi itu menjelaskan, ada 10 titik cagar budaya yang hendak dipasang papan informasi dan petunjuk arah.

”Sebenarnya dari pendataan yang pernah kita lakukan ada sekitar 130 situs yang tersebar di sejumlah daerah di Klaten. Ada yang di pinggir jalan, perkarangan masyarakat maupun persawahan. Ada pula kondisinya yang belum terawat,” ucapnya.

Berbagai upaya telah dilakukan Disparbudpora Klaten untuk menyelamatkan situs maupun cagar budaya. Salah satunya menyimpan objek cagar budaya seperti prasasti, arca hingga batu bata yang terdapat ukiran di kantor disparbudpora. Mengingat dinas memiliki keinginan untuk membuat semacam museum untuk menampung seluruh cagar budaya di Klaten.

”Dengan pemasangan papan nama itu diharapkan masyarakat bisa ikut serta untuk melindungi sekaligus melestarikan cagar budaya,” tambahnya.

Kepala Disparbudpora Klaten Sri Nugroho menambahkan, pelaksanaan papanisasi pada 10 situs itu memiliki tujuan untuk mengedukasi masyarakat jika Klaten memiliki cagar budaya yang belum teregistrasi. Diharapkan masyarakat menjadi lebih peduli dengan keberadaan cagar budaya.

”Saat ini kami masih dalam tahap edukasi kepada masyarakat. Kami juga bekerjasama dengan pihak desa dan kecamatan, apabila mengetahui sejarahnya bisa menginformasikan kepada kami,” ucapnya.

Sri Nugroho menambahkan, ada keinginan untuk membangun semacam museum sehingga bisa menampung objek cagar budaya.

”Meski kita belum memiliki gedung tetapi akan kita manfaatkan yang dimiliki pemkab,” tandasnya. (ren/adi/dam)

HARUS DIJAGA

Cagar Budaya yang Dipasangi Papan Petunjuk:
Editor : Damianus Bram
#10 cagar Budaya di Klaten #Disparbudpora Klaten Pasang Papan di 10 Cagar Budaya #Disparbudpora Klaten Pasang Papan Informasi #Disparbudpora Klaten