Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Manfaatkan Pewarna Alam, Gairahkan Kembali Bisnis Batik

Damianus Bram • Selasa, 26 Oktober 2021 | 15:45 WIB
INOVATIF: Pameran kreasi batik dari pewarna alam di Pendapa Mojo Arum, Desa Jarum, Kecamatan Bayat, kemarin (25/10). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
INOVATIF: Pameran kreasi batik dari pewarna alam di Pendapa Mojo Arum, Desa Jarum, Kecamatan Bayat, kemarin (25/10). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
KLATEN Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) menggelar diklat pengembangan UMKM di Kawasan UNESCO Global Geopark (UGGp) Gunung Sewu selama lima hari pada 25-29 Oktober di Pendapa Mojo Arum, Desa Jarum, Kecamatan Bayat.

Dalam diklat itu PPSDM menggandeng dewan kerajinan nasional (Dekranas) dengan memberikan materi pelatihan pemanfaatan sumber daya alam pewarna yang tumbuh di sekitar lokasi UGGp Gunung Sewu. Melibatkan perajin batik dari empat kabupaten meliputi Klaten, Gunungkidul, Sleman dan Bantul dengan jumlah 65 orang.

”Jadi diklat ini merupakan wujud nyata pemerintah pusat di tengah masyarakat dalam menggairakan kembali perekonomian para perajin batik. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini, kita memberikan pembekalan yang diharapkan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat,” jelas Kepala PPSDM Geominerba KESDM, Bambang Utoro, kemarin (25/10).

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan, materi yang diberikan mengenai pemafaatan pewarna alam dari tumbuhan di lingkungan sekitar. Ditambah pengetahuan terakit pewarna tradisional dan modern dengan berbagai teknik pewarnaan. Harapannya bisa meningkatkan kualitas dari produksi kerajinan batik sehingga bisa masuk ke pasar internasional.

Kegiatan diklat yang juga dikemas dekranas Goes to Geopark itu diharapkan dapat membantu para perajin yang terdampak pandemi agar bangkit bersama menata kembali produksi kriyanya. Di samping pelatihan pewarna alam juga diberikan wawasan desain untuk kerajinan kayu hingga bambu agar produksi kerajinan lebih variatif.

”Para peserta pelatihan diberikan pengetahuan mengenai seluk beluk pewarnaan alam dari tumbuhan pada produk batik kayu. Seperti jati, pole, gamalina maupun sengon serta iratan anyaman dari bambu. Termasuk wawasan pemasaran yang baik untuk skala domestik maupun ekspor,” ucapnya.

Dalam acara tersebut pengurus dekranas seperti Nanny Hadi Tjahjanto, Endang Budi Karya, Metty Herindra dan lain-lain hadir dalam acara tersebut. Mereka melihat secara langsung pelatihan yang sedang berlangsung. Termasuk mengunjungi dan mempromosikan sejumlah produk UMKM yang ada di beberapa stand.

Sekretaris Desa Jarum, Suyanto mengapresiasi diklat yang digelar oleh PPSDM Minerba dengan menggandeng Dekranas itu. Diharapkan bisa meningkatkan kualitas produk batik yang dihasilkan oleh puluhan perajin di desanya.

”Mengenai penanaman untuk bahan pewarna alam dari pemerinta desa juga memberikan lahan untuk ditanami. Seperti secang, jolawe, mengkudu hingga suruh. Sebenarnya tanaman di sekitar lingkungan kita mengandung pewarna alam jika mampu mengolahnya dengan tepat,” ucap pria yang juga perajin batik kayu ini.

Dia mengungkapkan, jumlah perajin batik kayu di desanya terdapat 15 perajin. Sedangkan perajin batik kain terdapat 35 perajin dengan melibatkan tenaga kerja hingga 350 orang. (ren/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Manfaatkan Pewarna Alam dalam Pembuatan Batik #PPSDM Geominerba #Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral #Gairahkan Kembali Bisnis Batik #pewarna alami