Akun WA yang hendak melakukan penggalanan dana itu menggunakan nomor 081333212694. Isinya: Sebelumnya saya perkenalkan saya dengan ibu Hj. Sri Mulyani selaku Bupati Klaten. Saya mau menggalang donasi berupa uang untuk berbagai yayasan dan pondok pesantren. Apa benar ini saya berbicara dengan pengurus yayasan.
Kepala Diskominfo Klaten Amin Mustofa memastikan akun tersebut palsu. Amin meminta masyarakat tidak mudah percaya ketika mendapatkan pesan tersebut.
”Jika masyarakat masih menemukan penyampaian pesan tersebut untuk segera melapor ke camat, kepala desa maupun aparat keamanan. Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk tindak lanjut kasus ini,” ucap Amin, kemarin (24/11).
Amin menjelaskan, laporan penyalahgunaan foto profil bupati dengan mengirimkan pesan penggalangan dana atas nama sebuah yayasan dari salah satu petugas admin kanal pengaaan Matur Ibu pada Rabu (24/11). Pengiriman pesan menggunakan aplikasi WA itu mengaku sebagai Sri Mulyani.
”Pelaku mengaku sedang menggalang dana untuk yayasan dan pondok pesantren. Kontak yang dihubungi adalah salah satu pengasuh pondok pesantren yang ada di Kecamatan Wonosari,” tambahnya.
Penyalahgunaan foto profil Bupati Klaten Sri Mulyani di media sosial maupun aplikasi pesan tidak hanya terjadi pada kali ini. Awal tahun, nama bupati dicatut pada akun media sosial facebook. Padahal saat itu orang nomor satu di Klaten ini tidak memiliki akun facebook.
Kemudian pada Maret tahun ini, nama dan foto profil bupati kembali disalahgunakan pada aplikasi WA. Pelaku yang mengaku sebagai Sri Mulyani hendak memberikan bantuan dana pembangunan masjid. Meski begitu, Diskominfo Klaten telah memastikan akun WA yang mengatasnamakan Bupati tersebut palsu. (ren/adi/dam) Editor : Damianus Bram