Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Ekskavator Tenggelam di Rowo Jombor, Proses Evakuasi Libatkan Anggota TNI

Damianus Bram • Kamis, 9 Desember 2021 | 00:00 WIB
Proses evakuasi terhadap ekskavator yang tenggelam di Rowo Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Rabu (08/12). Proses evakuasi ini  dengan ditarik unit ekskavator lain ke tepian. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
Proses evakuasi terhadap ekskavator yang tenggelam di Rowo Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Rabu (08/12). Proses evakuasi ini dengan ditarik unit ekskavator lain ke tepian. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

KLATEN - Sebuah ekskavator yang biasanya digunakan untuk kegiatan revitalisasi di Rowo Jombor di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat terbalik hingga akhirnya tenggelam pada Selasa (7/12) siang lalu. Meski begitu, pada Rabu (8/12) siang sudah berhasil di tepian dengan ditarik dua unit ekskavator lainnya.


“Memang ekskavator itu setiap paginya beroperasi. Membersihkan warung apung yang dibongkar oleh pemilik sebelumnya. Ekskavator terbalik kemarin sekitar Pukul 14.00 WIB,” ucap salah satu warga di sekitar lokasi kejadian, Mungkid, Rabu (8/12).


Lebih lanjut, pria yang juga Ketua RW 20, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, ini menjelaskan, jika kejadian ekskavator terbalik hingga akhirnya tenggelam itu terjadi saat membersihkan bambu sisa dari warung apung. Diduga ada bambu yang masuk ke ruang operator ekskavator hingga mengenai bagian tuas. Kejadian itu membuat ekskavator yang ada di atas ponton kehilangan keseimbangan.


“Jadi saat kejadian itu rantainya yang mengikat juga lepas hingga akhirnya miring. Kemudian tenggelam dengan kedalaman sekitar tiga meter. Lantas dilakukan evakuasi sambil menunggu crane datang,” ucapnya.


Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Mengingat operator ekskavator asal Solo berhasil menyelamatkan diri saat kejadian tersebut.


Berdasarkan pemantauan Jawa Pos Radar Solo, proses evakuasi terhadap ekskavtor yang tenggelam dilakukan sejak Rabu (8/12) pagi. Melibatkan para personel TNI serta operator ekskavator. Proses evakuasi itu juga sempat menjadi tontonan warga sekitar.


Sementara itu, salah satu pemilik warung apung di Rowo Jombor, Sutomo, 49, mengungkapkan pembongkaran warung apung merupakan bagian dari revitalisasi. Termasuk warung apung miliknya yang saat ini sudah selesai dibongkar secara mandiri.


“Total ada 21 warung apung yang dibongkar. Hingga saat ini masih tersisa sekitar 20 persen dari dua bangunan warung apung untuk dilakukan pembongkaran. Memang ditargetkan pada 15 Desember ini Rowo Jombor sudah bersih dari warung apung,” ucap Sutomo.


Diakuinya, pembongkaran warung apung dibutuhkan waktu yang cukup lama. Hal itu dipengaruhi bahan dari bangunan warung apung itu sendiri didominasi bambu yang hendak dimanfaatkan lagi. Maka itu pembongkaran dilakukan secara hati-hati.


“Pembongkaran warung apung tidak mudah. Apalagi berada di atas air. Ditambah keterbatasan tenaga untuk melakukan pembongkaran,” ucapnya.


Sebagai informasi, usai pembongkaran warung apung para pemiliknya diminta untuk menempati plaza kuliner yang dibangun pemerintah. Hanya saja dari pemilik warung apung itu hanya terdapat 11 pemilik yang bersedia untuk menempati. Sedangkan 10 pemilik warung apung lainnya memilih untuk beralih usaha ke pemancingan. (ren/dam)

Editor : Damianus Bram
#Warung Apung di Rowo Jombor #Rowo Jombor #Ekskavator Tenggelam di Rowo Jombor #Revitalisasi Rawa Jombor #Ekskavator Tenggelam