Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Balas Dendam Jadi Motif Tawuran Antar Suporter PSS Slemen dengan PSIM Jogja

Damianus Bram • Senin, 13 Desember 2021 | 00:30 WIB
SEPI: Suasana lokasi kejadian usai tawuran antar suporter PSIM Jogja vs PSS Sleman di jalan Ki Pandanaran, Desa Danguran, Klaten Selatan. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
SEPI: Suasana lokasi kejadian usai tawuran antar suporter PSIM Jogja vs PSS Sleman di jalan Ki Pandanaran, Desa Danguran, Klaten Selatan. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

KLATEN - Tawuran antar suporter sepakbola yang melibatkan pendukung PSS Sleman dengan pendukung PSIM Jogja di Jalan Ki Pandanaran, Desa Danguran, Kecamatan Klaten Selatan pada Sabtu (11/12) malam mulai ada titik terang. Terutama soal motif hingga akhirnya terjadi tawuran yang membuat dua suporter mengalami luka ringan.


“Untuk motif tawuran suporter kemarin merupakan balas dendam. Dikarenakan salah satu kelompok punya permasalahan dengan sebelumnya,” ucap Kapolres Klaten AKBP Eko Prasetyo melalui Kasi Humas Polres Klaten Iptu Abdillah, saat dihubungi Jawa Pos Radar Solo melalui sambungan telepon, Minggu (12/12).


Lebih lanjut, Abdillah mengungkapkan, pihaknya belum bisa menjelaskan secara detail terkait motif balas dendam yang jadi pemicu tawuran tersebut. Mengingat saat ini terdapat 11 orang yang masih dilakukan pemeriksaan atas peristiwa tawuran tersebut. Jumlah itu bertambah karena sebelumnya ada sembilan suporter yang diamankan usai kejadian.


Abdillah juga memastikan, tidak ada senjata tajam yang digunakan dalam tawuran antar suporter tersebut. Tetapi dirinya membenarkan dari dua suporter yang mengalami luka ringan tersebut terdapat sayatan di bagian kaki. Maka itu perlu dilakukan pendalaman terkait luka yang ditimbulkan tersebut.


“Tidak ada yang sampai rawat inap soalnya hanya luka ringan saja. Kemungkinan ya kena lemparan (batu). Tetapi tidak kita temukan senjata tajam dalam tawuran itu,” ucapnya.


Terkait apakah Polres Klaten sudah menetapkan tersangka dalam tawuran antar suporter tersebut, Abdillah belum bisa memberikan keterangan. Mengingat saat ini proses penyelidikan atas kasus tersebut masih berlangsung di Satreskrim Polres Klaten.


Dirinya pun berharap agar tawuran antar suporter tidak terulang kembali di Kota Bersinar. Ia meminta koordinator lapangan (Korlap) masing-masing suporter untuk bisa memberikan arahan kepada anggotanya untuk tidak melakukan tawuran.


“Berhubung Liga 1 dan Liga 2 kembali semarak sehingga para suporter ini begitu antusias mendukung tim kesayangannya. Tetapi kami himbau untuk korlap suporter untuk bisa memberikan arahan kepada anggotanya,” ucapnya.


Sementara itu, Kapolsek Klaten Kota AKP Noach Hendri Daud Dwaa menambahkan jika suporter sepakbola PSIM yang jumlahnya sekitar puluhan orang merupakan asal Bantul. Mereka datang ke Klaten karena diundang ke salah satu kafe di Jalan Ki Pandanaran untuk suatu acara. Sedangkan suporter PSS sebenarnya merupakan warga Klaten tetapi mendukung tim sepakbola asal Sleman.


“Kami duga suporter PSS ini adalah suporter sepakbola yang kami bubarkan sebelumnya karena hendak nonton bareng (Nobar) di sekitar Stadion Trikoyo pada Sabtu (11/12) sore. Setelah mereka terpecah lantas ada yang melakukan perjalanan ke kafe yang diketahui ada suporter PSIM hingga akhirnya terjadi tawuran,” ucapnya.


Noach mengungkapkan, guna mengantisipasi terjadinya tawuran antar suporter kembali akan dilakukan patroli keliling. Termasuk mengantisipasi adanya serangan balasan di lokasi kejadian.(ren/dam)

Editor : Damianus Bram
#psim jogja #Tawuran Antar Suporter #Tawuran Suporter PSS Sleman vs PSIM Jogja #pss sleman