Klaten dikenal sebagai lumbung pangan nasional. Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan lahan seluas 10 ribu hektare di Kota Bersinar bisa menjalankan program IP 400. Sekaligus meningkatkan produksi hingga mewujudkan mandiri pangan.
“Klaten sebagai bagian dari Jawa Tengah dan nasional, bertanggung jawab untuk kebutuhan pangan. Tentunya didukung program unggulan untuk mewujudkan mandiri pangan melalui peningkatan produksi. Salah satunya dengan meningkatkan luas tanam,” jelas Kepala DKPP Klaten Widiyanti, Sabtu (5/2).
Peningkatan luas tanam melalui pembukaan lahan baru, menurut Widiyanti tidak memungkinkan. Solusinya, bisa mengekstensifkan lahan pertanian terbatas. Dari awalnya program IP 200 menjadi IP 300. Sedangkan lahan pertanian yang sudah IP 300, ditingkatkan jadi IP 400.
Diakui Widiyanti, meski Klaten dianugerahi tanah subur, namun tidak semua lahan pertanian di 26 kecamatan bisa ditingkatkan jadi IP 400. Karena terganjal syarat ketersediaan pengairan sepanjang tahun. Karena itulah pemetaan lahan digeber.
“Pada 2021, terdapat 73 ribu hektare sawah. Dari jumlah itu, yang sudah IP 300 sekitar 11 ribu hektare. Tapi kami harus petakan ketersedian airnya dulu,” bebernya.
Pemetaan akan dilakukan, baik saat musim penghujan maupun kemarau. Ditanya Rowo Jombor sebagai mendukung pengairan, Widiyanti mengaku waduk seluas 186 hektare itu baru bisa mengairi lahan seluas 2.000 hektare. Terutama di Kecamatan Kalikotes dan Cawas. Itupun belum menyeluruh.
“Padi itu bukan tanaman air. Tapi membutuhkan air yang lumayan banyak. Maka, irigasinya harus memenuhi persyaratan. Akan kami petakan daerah mana saja yang airnya mencukupi. Sebenarnya yang bisa menerapkan IP 400 baru seluas 1.770 hektare,” urainya.
Sementara itu, Bupati Klaten Sri Mulyani sangat mendukung program IP 400. Terkait lahan pertanian yang paling luas untuk mendukung program itu, ada di Kecamatan Delanggu dan Juwiring.
Data DKPP, luas tanam di Klaten pada 2021 mencapai 73.842 hektare. Sedangkan luas panen mencapai 73.754 hektare. Ada pun produksi padi pada 2021 sebesar 480.023 ton. Mengalami peningkatan dibandingkan 2020 yang hanya 448.668 ton. (ren/fer/dam) Editor : Damianus Bram