Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Program KBMKB Sasar Desa Malangjiwan

Damianus Bram • Rabu, 2 Maret 2022 - 15:45 WIB
PROGRAM TAMBAHAN: Bupati Klaten Sri Mulyani membuka KBMKB yang akan dikerjakan Kodim 0723/Klaten di Pendapa Pemkab Klaten, kemarin (1/3). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
PROGRAM TAMBAHAN: Bupati Klaten Sri Mulyani membuka KBMKB yang akan dikerjakan Kodim 0723/Klaten di Pendapa Pemkab Klaten, kemarin (1/3). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
KLATEN – Program Karya Bakti Mandiri Klaten Bersinar (KBMKB) ke XII kembali digelar. Kali ini sasarannya Desa Malangjiwan, Kecamatan Kebonarum selama satu bulan mulai 1-30 Maret 2022.

Kegiatannya fisik maupun nonfisik. Terkait kegiatan fisik seperti betonisasi, pembangunan talut hingga rehab tempat ibadah. Sedangkan nonfisik penyuluhan dengan berbagai tema hingga pembagian paket sembako dari Kodim 0723/Klaten.

”Pada pelaksanaan program KBMKB ini kita menyasar pada desa merah (miskin) tentunya. Dipilih berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Klaten,” kata Bupati Klaten Sri Mulyani usai membuka program KBMKB di Pendapa Pemkab Klaten, Selasa (1/3).

Mulyani menambahkan, KBMKB digelar pada desa yang pembangunannya belum berjalan secara maksimal. Sehingga membutuhkan perhatian khusus. Hanya saja dalam pelaksanaan KBMKB digelar secara bergilir setiap kecamatan. Terutama pada desa yang benar-benar membutuhkan program yang mendukung pembangunan daerah itu.

”Kalau menggunakan bantuan keuangan khusus (BKK) akan lama. Sedangkan APBDes dan dana desa saat ini lebih difokuskan pada penanganan Covid-19,” ucapnya.

Dari evaluasi KBMKB 11 kali, banyak manfaat bagi masyarakat di daerah. Dibuktikan dengan antusias desa yang mengajukan untuk digelar KBMKB di wilayahnya pada tahun mendatang. Total sudah ada 19 desa mengajukan ke pemkab.

”Tapi akan kami lihat dulu mana yang menjadi prioritas. Tentunya dengan melihat jumlah penduduk, desa merah dan pembangunannya yang belum maksimal,” ucap Mulyani.

Mulyani mengungkapkan, program inovasi KBMKB lahir karena kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TTMD) hanya dilaksanakan sebanyak tiga kali dalam setahun. Padahal jumlah desa di Klaten mencapai 391 desa. Atas kondisi itu lantas pemkab menggulirkan program serupa sehingga bisa dilaksanakan sebanyak enam kali dalam setahun.

”KBMKB sangat mendukung pembangunan daerah yang mengedepankan kesejahteraan, sosial mayarakat, mandiri dan jiwa integritas. Terwujudnya kerjasama antara rakyat dan TNI, sikap seperti ini terus dipertahankan,” tandasnya. (ren/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Karya Bakti Mandiri Klaten Bersinar #bupati klaten sri mulyani #Program KBMKB #KBMKB di Desa Malangjiwan