“Kami mengambil desain bangunan dari masjid modern. Contohnya konsep payung dari Masjid Nabawi. Tapi, payungnya permanen. Tidak bisa dibuka-tutup secara otomatis. Karena memang tidak ada hidroliknya,” terang Ketua Takmir Masjid Nurul Firdaus Klaten Fathoni, kemarin (5/4).
Menariknya, Masjid Nurul Firdaus didesain oleh putra daerah Jatinom Muhammad Fauzan. Baru rampung direnovasi, beberapa tahun lalu. “Tidak sama persis, tapi mendekati desain Masjid Nabawi. Karena kalo sama persis, biayanya mahal,” ujarnya.
Meski sudah direnovasi, lanjut Fathoni, lantai di dalam masjid tidak diganti. Masih mempertahankan lantai lama. Hanya lantai di bagian serambi masjid saja yang diganti granit. Supaya menghadirkan nuansa sejuk dan megah.
“Masjid ini dua lantai. Lantai 1 ruang untuk salat dan lantai 2 biasanya untuk kegiatan TPA. Masjid ini juga dilengkapi dapur umum dan fasilitas wifi,” bebernya.
Fathoni menambahkan, selain beribadah, Masjid Nurul Firdaus juga dimanfaatkan warga sekitar untuk pengajian maupun meeting. “Saat ada acara, biasanya konsumsinya langsung dimasak di dapur umum,” jelasnya. (mg4/mg7/fer) Editor : Damianus Bram