Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Bupati Sri Mulyani: Bansos Dibelanjakan Sesuai Kebutuhan

Damianus Bram • Minggu, 17 April 2022 | 23:33 WIB
TINJAU LANGSUNG: Bupati Klaten Sri Mulyani dengan jajarannya saat memantau penyaluran BLT dan BPNT di Desa Mayungan, Ngawen (DOKUMENTASI PROKOPIM KLATEN FOR RADAR SOLO)
TINJAU LANGSUNG: Bupati Klaten Sri Mulyani dengan jajarannya saat memantau penyaluran BLT dan BPNT di Desa Mayungan, Ngawen (DOKUMENTASI PROKOPIM KLATEN FOR RADAR SOLO)
KLATEN - Ada 490 keluarga di Desa Mayungan, Kecamatan Ngawen yang menerima bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng (migor) sebesar Rp 300.000 untuk tiga bulan pada Sabtu (16/4) di gedung serba guna desa setempat. Secara bersamaan mereka juga menerima pencairan bantuan pangan non tunai (BPNT) sebesar Rp 200.000.

Ada pun total bantuan yang diterima setiap keluarga penerima manfaat (KPM) sebesar Rp 500.000 yang disalurkan oleh PT Pos Indonesia. Bupati Klaten Sri Mulyani sempat meninjau penyaluran bantuan tersebut. Apalagi juga ada kegiatan vaksinasi di lokasi yang sama sebagai syarat mengambil BLT minyak goreng dan BPNT tersebut.

“Lewat bantuan ini diharapkan tidak ada kesusahan akan kebutuhan minyak goreng. Apalagi di kondisi sulit ini, pemerintah sudah hadir. Saya harapkan masyarakat bisa membelanjakan sesuai kebutuhannya,” ucap Mulyani.

Diakui Mulyani, jika harga sejumlah kebutuhan pokok pada ramadan kali ini merangkan naik. Adanya penyaluran BLT minyak goreng dan BPNT dinilai hadir di waktu yang tepat. Harapannya bisa meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari di bulan puasa kali ini.

“Total ada 120.137 KPM di Klaten yang menerima BLT minyak goreng ini. Mereka yang selama ini juga menerima BPNT,” ucapnya.

Mulyani pun berharap bagi warga Klaten yang tidak masuk sebagai penerima BLT minyak goreng maupun BPNT kondisi perekonomiannya lebih baik. Meski begitu, ketersediaan minyak goreng masih jauh dari harapan sekalipun sudah di subsidi oleh pemerintah. Pemerintah telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng curah Rp 14.000 per liter atau Rp 15.500 per Kg.

“Kita terus mengupayakan agar pemerintah pusat terkait dropping minyak goreng curah untuk Klaten bisa dilebihkan. Disamping itu kita akan melakukan penyisiran dengan Polres Klaten terkait pendistribusian minyak goreng curah ini dan harus sesuai HET. Kalau minyak goreng kemasan ada tapi harganya tinggi,” ucapnya.

Mulyani juga mengapresiasi adanya kegiatan vaksinasi pada penyaluran bantuan tersebut. Harapannya mampu mendongkrak capaian vaksinasi khususnya untuk vaksinasi booster yang baru tercapai 20 persen dari target 1.112.464 orang. Ditargetkan pada minggu depan capaian vaksinasi booster sudah 30 persen.

“Ini kan bagian dari mengantisipasi mudik saat perayaan Idul Fitri nanti. Oke-oke saja, ini sebuah kolaborasi yang bagus. Tapi bagi warga yang memang kondisinya belum dimungkinkan untuk divaksin karena faktor Kesehatan untuk bantuannya akan tetap diserahkan,” ucapnya.

Sementara itu, Kadus I Pemdes Mayungan, Hanafi menjelaskan jika masyarakat usai menerima bantuan itu dihimbau untuk membeli paket sembako senilai Rp 100.000 yang disediakan oleh BUMDes setempat. Dalam paket sembako itu berisikan beras 5 Kg, gula 1 Kg, minyak goreng 1 liter dan teh satu pak.

“Ini sifatnya tidak wajib tapi kita sarankan. Harapan kami bantuan yang didapatkan oleh warga itu benar-benar dibelanjakan untuk kebutuhan sehari-hari Kita harapkan uang yang diterima warga tidak untuk lainnya,” pungkasnya. (ren/dam) Editor : Damianus Bram
#Pencairan BPNT #bpnt #BLT Migor #bupati klaten sri mulyani