Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Pementasan Ketoprak Libatkan Anak Berkebutuhan Khusus

Damianus Bram • Senin, 28 November 2022 | 02:36 WIB
JAGA BUDAYA LOKAL: Penampilan dari SMPN 2 Karangnongko, Klaten sebagai pembuka FKP dengan memainkan lakon Udan di Gedung Kesenian SD Krista Gracia, Sabtu (26/11). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
JAGA BUDAYA LOKAL: Penampilan dari SMPN 2 Karangnongko, Klaten sebagai pembuka FKP dengan memainkan lakon Udan di Gedung Kesenian SD Krista Gracia, Sabtu (26/11). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID – Festival Ketoprak Pelajar (FKP) tingkat kabupaten untuk jenjang SD dan SMP mulai digelar di Gedung Kesenian SD Krista Gracia, Sabtu (26/11). Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya membuka acara ini.

Anak berkebutuhan khusus (ABK) dilibatkan dalam seni pentas drama tradisional yang dibuat oleh SMP Lazuardi Klaten, yang memainkan lakon Sunan Tembayat.

Dalam pementasan ini 20 siswa dilibatkan, dimana lima orang diantaranya merupakan ABK. Tak ada kendala dalam mempersiapkan diri untuk tampil di hadapan ratusan penonton tersebut.

“Sebenarnya sebelum mengikuti FKP, para siswa yang terlibat sudah pernah beberapa kali tampil. Jadi tidak ada kendala. Mengingat sekolah kami merupakan sekolah inklusi,” ucap Sekar Ambarwati, guru pendamping peserta FKP SMP Lazuardi Al Falah Klaten kepada Jawa Pos Radar Solo, Sabtu (26/11).

Lebih lanjut, Sekar mengungkapkan, para siswa yang tampil merupakan kolaborasi siswa reguler dan ABK. Bahkan untuk persiapannya dengan mengajak para siswa mendatangi Makam Sunan Pandanaran terlebih dahulu di Desa Paseban, Kecamatan Bayat. Harapannya para pemain yang tampil mengerti alur cerita dan sejarah dari Sunan Tembayat.

Sekar menambahkan, cara itu ditempuh sebagai bagian implementasi kurikulum merdeka (IKM) dengan profil pelajar Pancasila. Yakni dengan mengangkat kisah kearifan lokal, berupa cerita sosok Sunan Tembayat. Harapannya para siswa memahami karakter, serta nilai-nilai yang bisa diambil dari tokoh yang mereka perankan.

“Kami memandang jika ABK juga berhak untuk belajar dan memahami kesenian tradisional ketoprak. Maka dari itu dalam keikutsertaan pada FKP ke-XI kali ini tidak menargetkan kemenangan maupun juara. Tetapi para siswa diharapkan bisa lebih mengenal budaya Jawa,” ucap Sekar yang juga guru bahasa Jawa di SMP Lazuardi Klaten.

Sekar pun berharap agar gelaran FKP bisa secara rutin diselenggarakan setiap tahunnya. Meski sempat terhenti dua tahun akibat pandemi Covid-19, dia lega acara ini bisa kembali digelar. Acara ini dianggapnya menjadi media pembelajaran yang bagus bagi para siswa. Yakni melalui dalam format seni pentas drama tradisional.

Seperti diketahui ada 12 sekolah berpartisipasi FKP yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian (Wankes) Kabupaten Klaten di Gedung Kesenian SD Krista Gracia Klaten pada 26-27 November. Peserta terdiri dari lima SD dan tujuh SMP. Mereka akan menyajikan berbagai lakon di atas panggung dengan durasi waktu maksimal satu jam.

Lima SD yang mengikuti FKP, antara lain SDN Pakahan, SDN 2 Ngemplakseneng, SDN 3 Kalikotes, SDN 1 Barenglor, dan SDN 1 Wonoboyo. Sedangkan tujuh SMP yang jadi peserta, meliputi SMP Lazuardi Klaten, MTs Muhammadiyah Trucuk, SMPN 1 Klaten, SMPN 2 Karangnongko, dan SMPN 7 Klaten.

“Ini menjadi upaya kami untuk membangkitkan kembali ketoprak di Klaten. Jangan sampai penyelenggaraannya terputus. Ini bagian dari perjalanan Klaten untuk meneguhkan sebagai kota ketoprak,” ucap ketua panitia FKP XI Sihono.

Lebih lanjut, dia berharap melalui gelaran FKP itu bisa menjadikan para pelajar di Klaten dapat memahami seni budayanya sendiri, yakni seni pementasan ketoprak. (ren/nik/dam) Editor : Damianus Bram
#SMP Lazuardi Klaten #FKP #Festival Ketoprak Pelajar #SMP Lazuardi Al Falah Klaten