”Tentunya kami dari pokdarwis sendiri senang menyambut penghargaan ini. Menjadi tantangan bagi kami untuk meningkatkan terus dengan mengembangkan potensi agar Gipasang tidak membosankan,” ucap Sekretaris Pokdarwis Desa Tegalmulyo Purnama dihubungi Jawa Pos Radar Solo, Selasa (29/11).
Purnama mengungkapkan, di sisi lain penghargaan itu juga menjadi beban bagi pokdarwis. Terutama agar Girpasang tetap eksis sehingga tetap menjadi destinasi pilihan wisatawan saat berkunjung ke Klaten. Salah satunya dengan menawarkan paket wisata baru kepada pengunjung yang datang.
Seperti diketahui potensi wisata Girpasang tidak hanya menawarkan hawa dingin dengan indahnya alam yang hijau serta jembatan gantung dan gondola. Mengingat ada lokasi lain yang disiapkan pokdarwis untuk menjadi daya tarik wisata. Lokasi tersebut berada di kawasan Embung Tirta Mulya yang direncanakan akan diluncurkan akhir Desember mendatang.
”Dalam pengembangan Girpasang kedepannya, kami telah menyiapkan master plan yang akan direalisasikan pada 2023. Lewat pendanaan dari program dana desa. Harapannya potensi di Tegalmulyo siap dikunjungi dan dinikmati wisatawan,” ucapnya.
Purnama menjelaskan, pengembangan potensi terus dilakukan dengan membuat spot selfie Perahu Bibi yang menjadi daya tarik baru. Termasuk menyiapkan pondok wisata maupun homestay milik warga yang ada di Girpasang dan sekitarnya. Fasilitas itu menjadikan wisatawan juga bisa menginap.
Bupati Klaten Sri Mulyani bangga dengan Girpasang menjadi objek wisata terbaik di Indonesia di antara nominasi destinasi wisata dataran tinggi lainnya yang tak kalah menarik.
”Girpasang keren ya. Padahal pesaingnya itu juga cakep-cakep. Penghargaan ini patut disyukuri dan tentunya untuk keberlanjutan panorama alam yang keren ini tetap dijaga,” ucap Mulyani.
Mulyani meminta para pelaku usaha, terutama kuliner yang bermunculan di kawasan Girpasang dan sekitarnya menjaga kebersihan lapak. Termasuk menyiapkan kuliner khas yang diproduksi warga di Tegalmulyo bisa menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung.
”Girpasang kan ada Kopi Merapi dan Kopi Sapuangin. Ini bisa menjadi daya tarik bagi para pecinta kopi,” tandasnya. (ren/adi/dam) Editor : Damianus Bram