Dalam rangkaian acaranya, sebelumnya telah digelar bakti sosial ke panti jompo dan memberikan santunan ke beberapa yayasan.
“Kami juga ada kegiatan sunatan massal yang sebenarnya hanya membutuhkan 95 pasien saja sesuai HUT kami. Tapi ternyata animonya cukup tingggi, hingga lebih dari 100 pasien. Ada pula pemeriksaan glaukoma secara gratis yang langsung ditangani oleh pihak rumah sakit,” ucap Ketua Panitia HUT ke-95 RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten dr Dian Ibnu Wahid, SpB, Sabtu (17/12).
Lebih lanjut, Dian mengungkapkan, pada internal karyawan rumah sakit juga digelar beberapa kegiatan. Seperti olahraga bulu tangkis, tenis meja dan futsal.
“Ada pula kegiatan temu pelanggan untuk mengenalkan dan mempromosikan sejumlah pelayanan dan fasilitas. Terutama yang ada di RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten sendiri,” tambahnya.
Dian mengungkapkan, melalui momen HUT ke-95 tersebut, menjadikan RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro selaras dengan arahan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Terutama untuk memberikan pelayanan terbaiknya dan membahagiakan bagi pelanggan eksternal maupun internal.
Sementara itu, Direktur Utama RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten, dr Endang Widyaswati M.Kes mengungkapkan selama satu tahun terakhir terdapat peningkatan fasilitas dan peralatan yang dimiliki rumah sakit. Salah satunya seluruh fasilitas gedung bedah sentral dan perawatan intensif anak, jantung dan stroke sudah mulai operasional tahun ini.
“Sedangkan untuk saat ini yang masih dalam proses yakni gedung untuk penyakit infeksi emerging. Khususnya tuberkulosis yang resisten terhadap obat, dimana kasusnya di Klaten mulai naik. Begitu juga jangka panjangnya dibantu Fakultas Kedokteran Universita Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta untuk pengembangan program pendidikan dokter spesialis paru,” ucapnya.
Lebih lanjut, Endang mengungkapkan, pelayanan eksternal mengacu pada misi visi presiden. Kemenkes telah menetapkan enam pilar transformasi kesehatan. Sedangkan untuk rumah sakit vertikal seperti RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten mendapatkan arahan tiga hal. Pertama harus unggul di tingkat asean lalu bisa menjadi pusat penelitian bekerja sama dengan institusi pendidikan.
“Selanjutnya rumah sakit vertikal harus menjadi pengampu kesehatan di wilayahnya. Terkait tiga hal ini kami sudah lakukan sesuai dengan prioritas. Kami memiliki tujuh pelayanan prioritas diantaranya kanker, jantung dan stroke,” ucapnya.
Endang pun menegaskan, RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan. Terlebih tujuan dari kehadiran rumah sakit milik pemerintah pusat itu untuk meningkat derajat kesehatan masyarakat. (ren/nik) Editor : Damianus Bram