Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Kisah AG, Pemuda asal Polanharjo, Klaten yang Kabur 25 Tahun

Damianus Bram • Jumat, 27 Januari 2023 | 03:06 WIB
DIDAMPINGI: AG saat baru tiba di rumahnya di Polanharjo, Klaten, Rabu (25/1/2023). (Dokumentasi TKSK Kabupaten Klaten)
DIDAMPINGI: AG saat baru tiba di rumahnya di Polanharjo, Klaten, Rabu (25/1/2023). (Dokumentasi TKSK Kabupaten Klaten)
RADARSOLO.ID - AG, 35, warga Polanharjo akhirnya pulang setelah meninggalkan rumah selama 25 tahun, Rabu (25/1/2023). Pria ini kabur di usia 10 tahun saat hendak disunat. Selama pelarian, AG tinggal di Pasar Kepek, Kabupaten Bantul, DI Jogjakarta.

Kepulangan AG mendadak viral. Untuk itu, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos dan P3APPKB) Klaten bakal melakukan pendampingan terhadap AG.

”Untuk pendampingannya akan kami sesuai dengan kondisinya. Apalagi tim kami sudah sampai sana. Nantinya pendampingannya seperti apa akan kami sesuaikan,” kata Kepala Dinsos dan P3APPKB Klaten M. Nasir saat dihubungi, Kamis (26/1/2023).

Nasir menjelaskan, asesmen untuk mengetahui hal yang bisa dilakukan untuk AG. Termasuk pendampingan secara psikologis hingga layanan ke rumah sakit. Pihaknya akan merujuk pada hal yang dibutuhkan.

Koordinator Lapangan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kabupaten Joko Prayitno yang mendampingi pemulangan pria AG menjelaskan, dalam waktu dua hari kedepan akan dilakukan pendampingan secara intensif. Mengingat AG harus beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

”Kembali ke keluarga tetaplah yang paling nyaman. Tetapi karena sudah lama tak bertemu, sehingga perlu penyesuaian. Termasuk untuk adaptasi dalam beberapa hari kedepan,” ucap Joko kepada Jawa Pos Radar Solo.

Joko menjelaskan, bentuk pendampingan bisa dilakukan dengan home visit oleh tenaga sosial dengan melakukan terapi healing. Kemudian dari sisi kesehatan, melakukan kerjasama dengan bidan desa yang ikut memantau AG.

Di sisi lain, pihaknya hendak mengupayakan agar AG memiliki nomor induk kependudukan (NIK). Dia berencana menyurati dinas kependudukan dan pencatatan sipil (Disdukcapil) untuk bisa memberikan pelayanan administrasi kependudukan. Salah satunya melakukan perekaman data e-KTP.

”Harapannya dengan memiliki NIK itu bisa mengakses berbagai bantuan. Kami muaranya ke sana. Itu yang menjadi prioritas kami dengan pemerintah desa,” ucapnya.

Joko menegaskan, AG belum bisa diklasifikasikan sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Mengingat memori ingatannya masih bagus. Sehingga membawanya bertemu dengan keluarganya di Kecamatan Polanharjo. Ditambah pendekatan yang dilakukan dalam kanal youtube Sinyo Official yang pertama kali mengunggah video AG.

”Kondisi AG sendiri sedikit drop. Memiliki riwayat penyakit gula. Terdapat luka, tapi bidan desa sudah kami ajak turun untuk melakukan pemantauan,” ucapnya. (ren/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Pemuda Kabur #AG #Pemuda Asal Polanharjo #Dinsos dan P3APPKB Klaten